Cybernews Temukan 24 Miliar Data Sensitif Bocor di Internet

Share

Sebanyak 24 miliar informasi sensitif bocor di internet melalui server Elasticsearch yang terbuka untuk umum dan ditemukan oleh peneliti keamanan Cybernews pada Kamis (18/6/2026). Kebocoran data raksasa dengan volume mencapai 8,3 TB ini melingkupi password teks biasa, alamat email, hingga username, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Mayoritas data yang terekspos dikumpulkan oleh software berbahaya pencuri informasi atau infostealer. Peneliti juga menemukan URL login yang menggunakan kredensial bocor tersebut dari 36 sumber yang berbeda, termasuk channel Telegram dan akumulasi kebocoran masa lalu.

"Kebocoran data kredensial ini berbahaya karena ukurannya yang sangat besar," kata tim Cybernews.

Pihak penyelidik menjelaskan bahwa ketersediaan data ini secara terbuka memicu potensi eksploitasi akun dalam skala yang masif.

"Karena data tersebut bocor secara online, miliaran akun yang terdampak berisiko diambil alih, terutama jika tidak dilindungi dengan otentikasi multi-faktor," sambung tim Cybernews.

Arsip data langsung dikunci setelah diidentifikasi sehingga peninjauan lebih mendalam terhambat. Meski usia temuan belum dapat dipastikan, keberadaan artikel berita dari Februari 2026 di dalam database menunjukkan bahwa arsip tersebut diperbarui secara berkala.

Identitas pemilik database raksasa ini masih belum diketahui, walaupun log Telegram yang ditemukan didominasi oleh bahasa Inggris dan Rusia. Sekitar 260 juta data di dalamnya terhubung dengan channel Telegram bertuliskan 'Darkside', kelompok ransomware nonaktif yang dahulu menyerang Colonial Pipeline.

Guna memitigasi risiko peretasan, Cybernews mengimbau masyarakat untuk segera mengganti password yang digunakan secara berulang kali. Publik juga disarankan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) dan menggunakan password manager demi membuat kata sandi yang kuat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author