Ade Suhendra Menunggu Keputusan Manajemen Adhyaksa FC Terkait Liga 1

Share

Pelatih Adhyaksa FC Ade Suhendra mengaku belum mendapatkan kepastian dari pihak manajemen mengenai kelanjutan posisi dirinya untuk mengarsiteki tim di kompetisi kasta tertinggi Indonesia pada Rabu (17/6/2026), setelah berhasil membawa klub tersebut mengamankan tiket promosi.

Masa depan juru taktik yang membawa timnya meraih peringkat ketiga pada kompetisi musim lalu tersebut masih tidak pasti, apakah ia akan tetap dipertahankan sebagai pelatih kepala, bergeser menjadi asisten pelatih, atau tidak diperpanjang kontraknya. Informasi mengenai ketidakpastian status kepelatihan ini dilansir dari Bola, saat sang pelatih tengah disibukkan dengan agenda kursus kepelatihan AFC Pro yang berlangsung di Bali.

"Saya belum berbicara ke situ, karena semua keputusan ada di manajemen dan juga permasalahan regulasi kepelatihan," kata Ade Suhendra, Pelatih Adhyaksa FC.

Walau nasibnya belum menemui kejelasan, Ade Suhendra tetap profesional dengan menyelesaikan tugas akhir di Liga 2 melalui penyerahan daftar rekomendasi nama pemain lokal yang dinilai layak untuk dipertahankan guna mengarungi kompetisi musim depan.

"Dikarenakan Super League bisa memakai 11 pemain asing, saya merekomendasikan 9 pemain DSP yang selalu menjadi pilihan utama, dan tujuh pemain lainnya. Saya pikir jika pemain lokal banyak dipertahankan banyak akan terjadi penumpukan pemain dalam tim. Sehingga dengan terpaksa beberapa pemain tidak dipertahankan dan dilepas. Kita pertahankan sekitar 60 persen," ungkap Ade Suhendra, Pelatih Adhyaksa FC.

Mengenai keberhasilan mengejutkan klub yang dibawanya merangkak dari Liga 3 ini, sang pelatih menekankan bahwa kekuatan utama timnya terletak pada aspek non-teknis seperti kebersamaan dan pengorbanan seluruh elemen klub yang harus melakoni perjalanan dinas luar kota yang sangat jauh.

"Saya pikir luar biasa, karena kami memulai liga dengan bermain di Aceh melawan Persiraja dan mengakhiri liga dengan bermain away ke Papua melawan Persipura. Sebagai tim, kita bukan tim yang jor-Joran beli pemain dan budget besar dari tim-tim lain. Tapi, alhamdulillah kami mengakhiri kompetisi dengan promosi ke Super League sebagai peringkat 3," tutur Ade Suhendra, Pelatih Adhyaksa FC.

Kondisi ruang ganti yang kondusif tanpa adanya kesenjangan antara pemain senior, pemain muda, maupun legiun asing juga menjadi faktor krusial yang membuat klub ini mampu bersaing di papan atas.

"Kekeluargaan, tidak ada sekat antar pemain baik di luar dan di dalam lapangan. Pemain saling bahu membahu baik pemain lokal dan asing, baik pemain muda dan senior. Mudah-mudahan bisa bersaing dengan tim-tim lain di musim pertama Super League," pungkas Ade Suhendra, Pelatih Adhyaksa FC.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author