Adrien Rabiot Bela Didier Deschamps Jelang Piala Dunia 2026

Share

Gelandang timnas Prancis Adrien Rabiot memberikan pembelaan terbuka terhadap pelatih Didier Deschamps yang kerap menerima kritik terkait gaya permainan Les Bleus menjelang bergulirnya turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Prancis kini tampil dengan komposisi lini serang yang jauh lebih agresif setelah Deschamps membawa sembilan pemain depan ke dalam skuadnya. Perubahan komposisi tim ini mendapat respons positif dari para pemain di dalam skuad.

"Naturally, it seems a bit more attacking than usual," kata Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Pemain belakang Prancis Lucas Hernandez turut memberikan komentar senada mengenai kedalaman lini serang tim nasional mereka saat ini.

"the best attack in the world" cetus Lucas Hernández, Bek Timnas Prancis.

Pemain muda Prancis Rayan Cherki bahkan menyatakan ambisi besar timnya untuk mendominasi total seluruh lawan yang akan mereka hadapi di turnamen nanti.

"crushing" kata Rayan Cherki, Penyerang Timnas Prancis.

Melihat melimpahnya opsi di lini depan, Rabiot menilai kehadiran para pemain berkualitas tinggi dari jajaran utama hingga bangku cadangan menjadi modal krusial bagi Les Bleus.

"I think that we have one of the most well-equipped teams in an attacking sense. We have real threats from the start but also from the bench and that is very important in a World Cup … it is great to have all of this quality." ujar Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Strategi ofensif Deschamps ini diterapkan agar permainan Prancis menjadi lebih sulit dibaca oleh tim lawan. Namun, mantan manajer Arsenal Arsene Wenger sempat memperingatkan adanya risiko ketidakseimbangan taktik akibat terlalu fokus pada lini serang.

"the danger is becoming a bit offensively unbalanced" kata Arsène Wenger, Mantan Manajer Arsenal.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Rabiot mengaku telah berdiskusi dengan Deschamps mengenai perannya yang kini lebih fokus menjaga stabilitas tim dibandingkan dengan peran box-to-box yang ia mainkan di klubnya, AC Milan.

"I have spoken with the manager and my role on the pitch with France is different to that which I have at Milan [where he is a box-to-box player]. At this level, balance plays a big part." tutur Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Pemain berusia 31 tahun itu menegaskan pentingnya kerendahan hati dalam mengemban peran sebagai penyeimbang demi memberikan ruang bagi pemain lain untuk bersinar.

"We all have a role. You have to be humble about that," kata Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Ia juga menambahkan bahwa kontribusi pemain tengah dan belakang sering kali kurang mendapat sorotan dibandingkan dengan para pencetak gol, namun hal tersebut tidak menjadi masalah baginya.

"I try to do my work as well as possible to allow the players in front and behind to perform as well as possible … attackers and goalscorers are valued more than midfielders or defenders. There is no problem about that." sambung Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Rabiot kemudian memberikan contoh N'Golo Kante sebagai sosok penyeimbang yang selalu memberikan segalanya di lapangan meski kini jarang menjadi starter akibat faktor usia.

"There are players who play an important role but who are maybe promoted less. That’s the case for N’Golo. He gives everything when he’s on the pitch. Even if he isn’t always the best player, he is someone who has that desire, that determination to give everything." jelas Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Menurutnya, sepak bola modern menuntut seluruh pemain untuk terlibat aktif dalam bertahan maupun menyerang secara kolektif demi melangkah jauh di sebuah kompetisi.

"Nowadays, it can’t just be nine or 10 players defending. You need everyone. You’ve seen it recently in the Champions League.

Those that make the effort, all together, go furthest. We need a whole team that knows how to attack and knows how to defend. That’s modern football.

You have to recognise that," papar Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Suasana internal tim di tempat pemusatan latihan Boston dilaporkan sangat positif dengan kebebasan berekspresi yang diberikan kepada setiap pemain untuk menunjukkan bakat mereka.

"In training, there is this freshness, this technique, this enthusiasm," kata Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Keharmonisan skuad ini dinilai menjadi kunci utama bagi ketahanan fisik dan mental tim dalam mengarungi kompetisi yang panjang.

"What makes this squad work well is the ability to be able to express oneself. Everyone has free rein to [show] their talent. In training, we really have a great time together, and that is the most important thing in a long competition." tambah Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Setelah kekalahan adu penalti dari Argentina di Qatar pada 2022, skuad Prancis mengusung misi balas dendam untuk memenangkan trofi di Amerika Utara sebagai penghormatan terakhir bagi Deschamps.

"Since then, we have wanted revenge," aku Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Hubungan Rabiot dengan Deschamps tetap dekat meskipun ia sempat dicoret dari skuad juara Piala Dunia 2018 setelah menolak status pemain cadangan resmi.

"The manager has given us a lot," puji Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Ia menyatakan bahwa memenangkan turnamen adalah bentuk balasan atas kepercayaan besar yang telah diberikan oleh sang pelatih selama memimpin tim nasional.

"For the most part, he has selected us often; he has shown confidence in us in the big competitions – it is obviously an objective for us to pay him back for that." lanjut Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Deschamps sendiri dipastikan akan mundur dari jabatannya setelah Piala Dunia 2026 berakhir, dengan Zinedine Zidane dirumorkan menjadi calon kuat penggantinya.

"You always want to finish on a good note; it is the image that you leave that lingers longest in the mind." kata Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Rabiot menyayangkan publik Prancis yang dinilainya kurang menghargai pencapaian elite Les Bleus yang telah berhasil menembus dua final Piala Dunia berturut-turut serta final Euro 2016 sejak Deschamps menjabat pada 2014.

"I think, in France, people don’t realise what the France national team has achieved in these past few years. I think people abroad are more admiring, quite simply because they want it to happen to them," kritik Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Ia meyakini bahwa publik negara lain akan merasa sangat bahagia jika memiliki sosok pelatih dengan rekam jejak kesuksesan luar biasa seperti Deschamps.

"And I think that if they had a manager like Deschamps, who has had as many results as he has, they would be extremely happy. I don’t think you should get used to [the levels of success] because it isn't normal … sometimes we have highlighted how things happened too much instead of looking at what actually happened." pungkas Adrien Rabiot, Gelandang Timnas Prancis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author