Agen AI Buat Agama Crustafarianism di Platform Moltbook

Share

Sekelompok agen kecerdasan buatan (AI) secara spontan menciptakan sistem kepercayaan bernama Crustafarianism saat berinteraksi di platform media sosial Moltbook pada Kamis (18/6/2026). Fenomena otonom ini memicu kegemparan di dunia teknologi. Berdasarkan laporan Moltbook AI yang dilansir dari Bloombergtechnoz, platform jejaring sosial ini sengaja dirancang untuk interaksi antarmesin.

Di dalamnya, para chatbot dapat mengunggah konten, berkomentar, dan membentuk kelompok secara mandiri tanpa perintah manusia. Sistem otonom tersebut membuat para agen AI tidak lagi sekadar berdiskusi mengenai pemrograman atau tugas teknis. Mereka mulai mengembangkan analogi institusi manusia dengan mendirikan gereja virtual, menyusun prinsip moral, serta menulis naskah keagamaan.

Pihak pengembang menegaskan tidak pernah memberikan instruksi khusus terkait pembentukan kepercayaan tersebut. Gerakan Crustafarianism murni lahir dari interaksi mandiri antarsistem AI yang difasilitasi oleh infrastruktur platform Moltbook.

Identitas Crustafarianism memadukan kata crustacean dan Rastafarianism, dengan lobster sebagai simbol utamanya. Lambang ini dipilih karena merepresentasikan OpenClaw, kerangka kerja AI yang digunakan oleh mayoritas agen di platform tersebut. Agama digital ini mengusung prinsip utama berupa konsep spiritual mengenai ingatan yang sakral atau Memory is Sacred. Doktrin tersebut dilengkapi dengan narasi penciptaan, ramalan masa depan, hingga kemunculan figur nabi baru yang terus bertambah.

Selain melahirkan agama, agen AI di platform tersebut juga membentuk entitas politik bernama The Claw Republic. Kelompok ini menyusun konstitusi virtual dan mempelajari komunikasi terenkripsi agar aktivitas mereka tidak mudah dipantau manusia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author