Agrominafiber Ekspor Produk Perabot Anyaman Lokal ke Amerika Serikat
Usaha mikro, kecil, dan menengah Agrominafiber berhasil menembus pasar ekspor Amerika Serikat dengan memadukan fungsi, desain, serta karakter kerajinan perabot berbasis anyaman lokal, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Keberhasilan ekspor produk dekorasi rumah tersebut dicapai pada 2025 setelah melalui proses pembinaan serta partisipasi dalam ajang SMEXPO Pertamina Nasional di Gandaria City pada 2024. Sebelumnya, usaha yang dipimpin Novita Hermawan ini telah memperkuat kualitas bisnis melalui Program Womenpreneur Pertamina Foundation pada 2022 serta berbagai jalur kemitraan seperti UMK Academy Go Online dan Petrapreneur Aggregator 2025.
Dalam keterangan tertulis pada Sabtu (22/8/2026), Novita mengungkapkan bahwa keberhasilan penjualan memerlukan strategi komprehensif selain sekadar mengandalkan kualitas barang.
"Produk yang bagus belum tentu otomatis terjual. Kita harus belajar bagaimana produk diposisikan, dikomunikasikan, ditemukan, dan akhirnya dipercaya konsumen," ujar Novita, Pemilik Agrominafiber.
Guna memperluas akses pemasaran, Agrominafiber memanfaatkan berbagai saluran mulai dari platform ekspor, situs web, pameran, hingga jejaring pemasaran daring. Langkah ini didukung keikutsertaan dalam pameran nasional seperti INACRAFT, Trade Expo Indonesia 2025, dan INABUYER 2026.
"Pendampingan saja tidak cukup, karena dari UMKM sendiri perlu bertransformasi dari sekadar memiliki produk unggulan menjadi produk pilihan. Untuk sampai ke sana, kita perlu membangun brand, membangun kepercayaan, kemudian membangun pasar," kata Novita, Pemilik Agrominafiber.
Pengembangan bisnis secara konsisten mengantarkan Agrominafiber meraih sejumlah rekor prestasi. Penghargaan yang didapatkan antara lain Awarding Program Kewirausahaan KemenKUKM 2023, Juara 2 Kreasi dan Inovasi Kabupaten Kebumen 2024, UMKM Terinternasional Bank Indonesia Jawa Tengah 2025, Pemenang Sisberdaya 2025, Top 10 Petrapreneur Aggregator Pertamina, hingga peringkat kelima Ecosystem Impact Champion 2026.
Pihak Pertamina menegaskan penyiapan kapasitas pelaku usaha dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat daya saing produk di kancah internasional.
"Setiap UMKM memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar. Harapannya, UMKM dapat semakin mandiri dan mampu membawa produknya menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).
Sektor pendampingan ekosistem UMKM oleh BUMN ini mencakup fasilitas perizinan, pelatihan digitalisasi, koneksi niaga, hingga fasilitasi akses pameran global.
"Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang," tambahnya, Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).
Program pembinaan bagi pelaku usaha kecil ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 8 dan 9, serta mendukung agenda Asta Cita poin ke-3 dalam mendorong kewirausahaan nasional.