Ahmad Ali Ungkap Alasan Keluar dari NasDem dan Gabung PSI

Share

Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengungkapkan bahwa lebih dari sepuluh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari berbagai partai politik akan segera bergabung menjadi kader PSI. Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Ali dalam acara siniar What The Fact Politics pada Jumat, 19 Juni 2026, seperti dilansir dari CNN Indonesia, lintaswarta.co.id, dan abcmarathinews.com. Mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini memilih untuk merahasiakan identitas para legislator tersebut, namun ia memastikan bahwa figur-figur yang akan merapat merupakan nama-nama yang sudah dikenal luas oleh publik.

Ahmad Ali juga membantah adanya isu miring mengenai pemberian mahar politik atau janji imbalan finansial dari PSI untuk menarik minat para kader partai lain tersebut.

Menurut Ahmad Ali, ketertarikan para anggota dewan ini murni karena kenyamanan dan keselarasan visi terhadap politik gagasan serta komitmen PSI dalam memberikan posisi strategis bagi kader yang berprestasi. "Pokoknya dari beberapa partai, mungkin 10 terlalu kecil itu, banyak lagi. Ya kalau dia di DPR pasti terkenal," kata Ahmad Ali.

Ahmad Ali menambahkan bahwa PSI lebih mengutamakan tata kelola hubungan dan apresiasi yang baik terhadap kader dibandingkan dengan materi. "Kalau ada yang mau bergabung tentunya, sekali lagi ini bukan berapa duit yang kamu bayarkan tapi berapa nyaman kamu perlakukan kader itu di tempat itu," ucap Ahmad Ali.

Selain membahas rencana bergabungnya anggota parlemen baru, politisi asal Sulawesi Tengah ini turut membeberkan alasannya hengkang dari Partai NasDem yang telah ia naungi sejak tahun 2013. Ahmad Ali mengaku memutuskan keluar karena adanya persoalan mahar politik bernilai fantastis terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang dibebankan kepada dirinya selaku penanggung jawab. "Artinya begini, ketika mahar itu tidak terpenuhi kemudian saya diperlakukan menjadi tidak pantas, tidak wajar, artinya proses pemilihan presiden, semua orang tahu pasti bahwa yang menginisiasi itu adalah saya dan kemudian saya adalah satu-satunya orang yang dimandatir oleh partai untuk menjadi penanggung jawab Pilpres. Ya cukup lah [maharnya] untuk beli, untuk bangun Tower Nasdem 2," ujar Ahmad Ali.

Ia juga sempat mengkritik konsistensi Partai NasDem dalam memperjuangkan nilai-nilai moralitas dan restorasi yang selama ini disuarakan ke publik.

"Sehingga kemudian pada akhirnya saya berpikir bahwa memang saya harus tidak lagi berada di sini," ucap Ahmad Ali. Ahmad Ali menerangkan bahwa setelah gagal memenuhi mahar politik tersebut, ia kesulitan mendapatkan rekomendasi dari Ketum Partai NasDem Surya Paloh untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah. "Untuk mendapatkan rekomendasi sekalipun maju sebagai Pilgub, itu sulitnya minta ampun," ucap Ahmad Ali.

Kendati demikian, Ahmad Ali menegaskan bahwa hubungan personalnya dengan Surya Paloh tetap berjalan dengan sangat baik dan ia masih menghormati mentor politiknya tersebut.

"And kemudian di NasDem itu saya belajar tentang nilai dan kemudian pada akhirnya, di ujungnya, ternyata nilai yang diajarkan itu tidak konsisten kita perjuangkan, sehingga kemudian bagi saya hubungan personalnya tidak pernah ada masalah," ujar Ahmad Ali. Sebelumnya, wawancara eksklusif di kantor DPP PSI Jakarta pada Senin, 14 Agustus juga mengonfirmasi kesiapan PSI dalam menerima kader baru dari berbagai fraksi DPR yang memiliki rekam jejak pada reformasi kelembagaan.

Pihak internal PSI menyebutkan salah satu calon kader baru merupakan anggota komisi yang pernah menginisiasi revisi UU KPK dan UU Pemilu, di mana proses transisi akan dilakukan secara tertib sesuai aturan KPU. "Ini bukan isu spekulasi, tapi proses nyata yang sedang kami rampungkan," ujar Ahmad Ali.

Menurutnya, kepindahan para politisi tersebut didasari oleh keinginan untuk bergerak bersama wadah baru yang lebih sejalan dengan semangat perubahan serta inklusivitas. "Mereka bukan orang yang lari dari partai lama, tapi orang yang memilih untuk bergerak bersama yang lebih sejalan dengan semangat perubahan," jelas Ahmad Ali. Langkah restrukturisasi dan penguatan kekuatan politik PSI di parlemen ini mendapat respons positif serta optimisme tinggi dari jajaran pengurus pusat partai.

Ketua DPP PSI Raja Juli Antoni menilai fenomena bergabungnya para elit politik ini membuktikan bahwa PSI merupakan partai yang mampu memikat figur-figur yang percaya pada perubahan sistemik.

"Ini adalah bukti bahwa PSI bukan sekadar partai muda, tapi partai yang mampu menarik mereka yang percaya pada perubahan sistemik, bukan sekadar perubahan wajah," katanya. Kepala Badan Pemenangan Pemilu PSI Lulu Rakhmawati menambahkan bahwa sosialisasi internal dan publikasi resmi mengenai identitas para anggota DPR yang bergabung akan digelar dalam waktu dekat. "Kami ingin semua proses ini berjalan dengan integritas, bukan sebagai drama politik," ujarnya.

"Berapa maharnya? Ya cukup lah untuk beli, untuk bangun Tower Nasdem 2," ungkap Ahmad Ali.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author