AIIB Kucurkan Rp303 Triliun Dukung Pembangunan Indonesia 2025-2029

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengamankan komitmen pendanaan sebesar US$17 miliar atau setara Rp303,55 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Beijing, Tiongkok, pada Rabu (17/6/2026). Dana segar dari lembaga multilateral tersebut dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan nasional Indonesia sepanjang periode 2025–2029. Dilansir dari Bloomberg Technoz, kesepakatan bernilai fantastis ini tercapai dalam pertemuan bilateral antara Menkeu dan pimpinan AIIB.

Kapasitas pembiayaan nasional diharapkan semakin kuat melalui dukungan finansial ini. Program kerja berskala strategis milik pemerintah juga ditargetkan mengalami percepatan eksekusi dalam beberapa tahun ke depan.

Pihak Kementerian Keuangan memastikan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari skema Multiyear Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama. Keberlanjutan pendanaan tetap terjaga dengan baik meskipun sejumlah program pembangunan telah dirancang pada periode sebelumnya.

“Kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek- proyek pembangunan di Indonesia,” ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Selain menyepakati kucuran dana, kerja sama bilateral ini memicu rencana ekspansi operasional AIIB secara langsung di Tanah Air. Lembaga keuangan tersebut menyatakan ketertarikannya untuk mendirikan kantor perwakilan di Jakarta demi kelancaran koordinasi proyek.

“AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Kepercayaan terhadap pengelolaan dana publik Indonesia juga dilaporkan tetap berada di level yang aman. Menkeu menegaskan tidak ada keraguan dari pihak asing mengenai tata kelola finansial maupun proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik.

“Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Aktivitas diplomasi ekonomi di Tiongkok ini masih menyisakan beberapa agenda penting lainnya. Menkeu dijadwalkan melanjutkan kegiatan dengan menemui sejumlah investor global serta jajaran otoritas keuangan Tiongkok.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author