Airlangga Genjot Penyaluran KUR Nasional Guna Dongkrak Ekonomi Daerah

Share

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah menyentuh angka Rp 112,49 triliun hingga Senin (25/5/2026) untuk mendongkrak perekonomian daerah.

Realisasi penyaluran tersebut setara dengan 34,41 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah. Pencapaian ini dilansir dari Detik Finance menjadi salah satu penggerak utama bagi pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah mencatat total dana yang disalurkan tersebut menyasar kepada 1,54 juta debitur dengan porsi sekitar Rp 96 triliun. Selain itu, alokasi khusus juga diarahkan untuk program alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai sekitar Rp 50 miliar.

Efek positif dari pembiayaan ini terlihat dari lonjakan omzet pelaku usaha. Berdasarkan hasil pemantauan resmi, para pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas kredit program ini berhasil membukukan kenaikan omzet hingga mencapai 34 persen.

Peningkatan aktivitas ekonomi usaha kecil ini kemudian berdampak langsung pada kas pemerintah daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) di berbagai wilayah tercatat ikut terkerek tumbuh dalam kisaran 18 persen hingga 27 persen.

Airlangga Hartarto memaparkan target besar pembiayaan ini dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta.

"Kemudian yang terkait dengan UMKM tentu ini sangat menunjang daerah. Ini mendukung UMKM, omzetnya naik 34% setelah memperoleh kredit usaha rakyat.Kita siapkan kredit usaha rakyat sekitar Rp 300 triliun," kata Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Penyerapan modal kerja ini masih berpusat di kawasan padat penduduk. Wilayah Pulau Jawa mendominasi penyerapan nasional dengan angka Rp 48,81 triliun atau mencakup 50,74 persen, diikuti oleh Sumatra sebesar Rp 23,83 triliun dan Sulawesi senilai Rp 9,53 triliun.

Untuk tingkat provinsi, Jawa Tengah memimpin dengan penyaluran Rp 17,13 triliun. Posisi selanjutnya ditempati oleh Jawa Timur dengan angka Rp 15,58 triliun dan Jawa Barat yang menyerap sebesar Rp 10,45 triliun.

Airlangga menegaskan pentingnya akselerasi distribusi modal ini di sisa tahun anggaran berjalan agar efek pengganda ekonomi lokal semakin terasa nyata.

"Kemudian alsintan sekitar Rp 50 miliar.Nah penyaluran KUR harus digenjot dan tentunya ini diharapkan bisa mendorong perekonomian di daerah," kata Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Airlangga Hartarto KUR UMKM
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author