Airlangga Siapkan Stimulus Ekonomi Non-Tunai bagi Kelompok Menengah Bawah
Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi non-tunai untuk kelompok masyarakat berpendapatan menengah bawah desil empat ke bawah guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (16/6/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kepastian kebijakan tersebut di Wisma Danantara, Jakarta. Perumusan program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok kelas menengah melalui penguatan program magang yang digencarkan mulai Juni 2026.
"Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Penegasan mengenai bentuk bantuan juga disampaikan oleh Airlangga. Berbeda dengan program stimulus sebelumnya, bantuan kali ini dipastikan tidak berbentuk uang tunai.
"BLT untuk (masyarakat kelompok) yang bawah, tidak berbentuk cash," ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pemerintah juga memantau perkembangan geopolitik global, termasuk redanya konflik di Timur Tengah setelah kesepakatan Amerika Serikat dan Iran. Meskipun harga minyak dunia diproyeksikan turun ke sekitar US$83 per barel, pemerintah tetap mempertahankan asumsi anggaran yang konservatif sebelum kesepakatan resmi ditandatangani.
"Pertama, tentu kita monitor karena harga minyaknya akan turun lagi ke sekitar US$83 per barel. Tetapi semua ini baru selesai setelah ditandatangani, jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak eksternal dipertahankan melalui kebijakan subsidi energi, khususnya untuk BBM jenis Pertalite dan program biodiesel B50. Selain itu, pemerintah sedang menyusun regulasi setingkat undang-undang untuk membentuk Indonesia Financial Center di Bali yang mengacu pada pusat keuangan internasional seperti Dubai dan Singapura.