Aksi Bersih-Bersih Suporter Jepang di Piala Dunia Picu Kritik Domestik
Aksi terpuji pendukung sepak bola Jepang yang membersihkan stadion pascapertandingan Piala Dunia melawan Belanda pekan ini memicu gelombang kritik dan parodi di media sosial mengenai ketimpangan pembagian tugas rumah tangga di negara tersebut.
Sebuah parodi poster etika kereta bawah tanah menjadi viral di platform X setelah dibagikan ulang lebih dari 13.000 kali, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan laporan Bloomberg News pada Kamis (18/6/2026).
Gambar viral tersebut membandingkan suporter yang rajin membersihkan stadion dengan situasi domestik, di mana seorang wanita sedang mencuci piring sementara pria berseragam Samurai Blue justru bersantai di sofa.
"Tolong lakukan juga di rumah." bunyi slogan parodi poster tersebut.
Unggahan satir itu merujuk pada data organisasi kerja sama ekonomi (OECD) yang menempatkan kontribusi pria Jepang dalam pekerjaan domestik tanpa bayaran, seperti membersihkan rumah dan mengasuh anak, sebagai salah satu yang terendah di antara negara anggota.
Meskipun jumlah partisipasi perempuan di dunia kerja terus meningkat, keterlibatan pria dalam urusan rumah tangga masih sangat minim.
Sebuah studi dari pemerintah Jepang pada tahun 2021 mengonfirmasi ketimpangan ini, di mana pria rata-rata hanya menghabiskan waktu 51 menit per hari untuk tugas domestik, berbanding terbalik dengan perempuan yang menghabiskan waktu hingga tiga jam 24 menit per hari.
Kritik di platform X tidak hanya menyasar para pria, tetapi juga perilaku masyarakat Jepang secara umum yang dinilai tidak selalu menjaga kebersihan di ruang publik domestik, terbukti dari sisa sampah yang kerap terlihat di jalanan setelah acara besar akhir pekan.
Parodi poster ini sendiri terinspirasi dari seri poster edukasi Tokyo Metro karya Bunpei Yorifuji yang terkenal karena penyampaian pesan etika publik secara kreatif dan satir.