Al Jazeera Kutuk Pembunuhan Juru Kamera Ahmed Washah di Gaza
Jaringan Media Al Jazeera mengutuk keras serangan fatal militer Israel yang menewaskan juru kamera Al Jazeera Mubasher, Ahmed Washah, dalam sebuah pemboman di kamp Bureij, Jalur Gaza tengah, pada Sabtu (20/6/2026), seperti dilansir dari Detikcom.
Kematian Washah menambah panjang daftar staf media tersebut yang menjadi korban dalam konflik di Gaza. Pihak manajemen stasiun televisi itu menegaskan penolakan mereka atas penargetan jurnalis yang terus berlangsung.
"Jaringan Media Al Jazeera mengutuk pembunuhan yang disengaja terhadap juru kamera saluran Al Jazeera Mubasher, Ahmed Washah, oleh pasukan pendudukan Israel hari ini, Sabtu, 20 Juni, dalam pemboman Israel yang menargetkan sebuah rumah di kamp Bureij di Jalur Gaza tengah," demikian pernyataan Al Jazeera dalam situsnya, Minggu (21/6/2026).
Pembunuhan ini terjadi tidak lama setelah kehilangan anggota keluarga Washah yang juga berprofesi sebagai jurnalis di jaringan media yang sama.
"Kejahatan keji ini terjadi hanya dua bulan setelah pasukan Israel membunuh saudara laki-laki dan rekannya, Mohammed Washah, seorang koresponden untuk Al Jazeera Mubasher. Ahmed adalah martir Al Jazeera ke-12 di Gaza sejak Oktober 2023," imbuhnya.
Atas situasi ini, Al Jazeera mendesak adanya tindakan nyata dari dunia internasional untuk menghentikan kekerasan terhadap jurnalis dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak Israel.
"Mengecam berlanjutnya kejahatan-kejahatan ini yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap koresponden dan stafnya di Gaza, dan memperbarui seruannya kepada komunitas internasional dan lembaga hukum untuk mengambil langkah-langkah praktis yang mendesak untuk meminta pertanggungjawaban para pejabat Israel yang terlibat dalam kejahatan mengerikan ini, dan untuk mengadopsi mekanisme pencegahan untuk mengakhiri penargetan terhadap jurnalis," tutur dia.
Selain menuntut keadilan, lembaga penyiaran tersebut menyatakan komitmen mereka untuk tidak menghentikan operasional peliputan di wilayah konflik tersebut.
"Sekaligus berkomitmen untuk terus meliput peristiwa di Jalur Gaza meskipun ada upaya tentara pendudukan untuk membungkam suara kebenaran dan penargetan berkelanjutan terhadap para jurnalis dan juru kamera yang bekerja dengan Al Jazeera," tegasnya.
Di sisi lain, pihak militer Israel memberikan konfirmasi mengenai serangan tersebut melalui laporan AFP. Mereka mengeluarkan tuduhan sepihak terhadap status operasional sang juru kamera.
"IDF mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Ahmed Wishah, yang merupakan teroris Hamas," kata seorang juru bicara militer kepada AFP.
Kendati melontarkan tuduhan serius, perwakilan militer belum memaparkan bukti-bukti autentik yang mendukung pernyataan mereka dan berjanji akan merilis informasi susulan secara lebih terperinci.