Alasan Wasabi Menghasilkan Sensasi Pedas Menyengat hingga ke Kepala
Sensasi pedas yang kuat hingga menyengat hidung dan kepala menjadi ciri khas dari wasabi. Pelengkap berbentuk pasta hijau ini biasa dinikmati bersama hidangan sushi ikan segar. Seperti dilansir dari Detik Food, cita rasa tajam yang dihasilkan wasabi membuatnya tidak selalu disukai oleh semua orang.
Wasabi asli sendiri dibuat dengan cara memarut rimpang dari tanaman wasabi. Harga wasabi murni tergolong tinggi di pasaran karena proses budidayanya yang relatif sulit. Kondisi ini membuat mayoritas restoran sushi tidak lagi menyajikan wasabi yang sepenuhnya asli.
Sebagai gantinya, pelengkap komersial diracik dari campuran lobak pedas, tepung mustard, maizena, serta zat pewarna hijau. Komposisi tersebut digunakan demi meniru tampilan serta rasa wasabi murni.
Berdasarkan catatan sejarah, tanaman ini sudah dimanfaatkan sejak periode Jomon sekitar 14.000 SM hingga 400 SM. Pada masa lampau fungsinya bermula sebagai tanaman obat sebelum akhirnya bergeser menjadi pendamping makanan. Efek pedas menyengat pada wasabi bersumber dari senyawa kimia organik bernama alil isotiosianat. Senyawa alami ini juga dapat ditemukan pada potongan lobak dan tanaman mustard.
Sensasi yang muncul dari zat kimia ini berbeda dengan rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai. Reaksi tubuh saat mengonsumsinya bisa memicu mata berair hingga rasa tajam yang langsung menusuk hidung dan kepala. Karakteristik pedas wasabi juga tergolong singkat dan tidak bertahan lama di lidah. Tingkat kepedasannya bahkan tidak dapat diukur menggunakan skala Scoville Heat Unit (SHU) seperti pada komoditas cabai.