Amazon dan Twitch Digugat atas Pelatihan AI Tanpa Izin Creator
Twitch dan Amazon menghadapi gugatan class action di Pengadilan Federal California, Amerika Serikat, pada Kamis (20/8/2026). Gugatan tersebut menuduh kedua perusahaan memanfaatkan siaran langsung, gambar, dan rekaman video para streamer untuk melatih model AI generatif Amazon secara otomatis tanpa izin.
Gugatan hukum yang diajukan oleh streamer Twitch, Warren Pandiscia, menyoroti tindakan Amazon yang mengabaikan negosiasi lisensi atau persetujuan langsung dari kreator. Pihaknya menilai penggunaan konten video di luar tujuan publikasi awal memerlukan lisensi resmi serta pembagian kompensasi yang adil.
Menanggapi isu privasi tersebut, pihak Twitch telah meluncurkan fitur pengaturan opsional yang memungkinkan streamer menolak (opt-out) penggunaan konten saluran mereka untuk data pelatihan AI Amazon. Namun, gugatan tetap mempermasalahkan mekanisme tersebut karena dinilai seharusnya menggunakan sistem izin di awal (opt-in).
Isu penggunaan data kreator ini mengemuka di tengah ketatnya persaingan platform streaming game global pada 2026. Berdasarkan laporan tren streaming Q1 2026 dari Stream Hatchet, Twitch masih memimpin pasar dengan total 4,55 miliar jam ditonton (pangsa pasar 51,3 persen), disusul YouTube Gaming dengan 2,22 miliar jam (25,1 persen), serta Kick yang mencatat 1,27 miliar jam (14,4 persen).
Selain masalah hak cipta AI, Twitch juga memperbarui Perjanjian Streamer Yang Dimonetisasi pada April 2026 untuk memperluas bagikan data streamer ke Amazon dan pengiklan. Kebijakan ini berbeda dengan kompetitor seperti Kick yang menawarkan pembagian pendapatan langganan 95 persen untuk kreator tanpa mengandalkan bisnis iklan yang invasif.