Amerika Serikat Menghadapi Paraguay pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Tim nasional sepak bola putra Amerika Serikat bersiap menghadapi tantangan besar melawan Paraguay dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, pada Jumat malam waktu setempat.
Pertandingan ini menandai momen krusial bagi sejarah sepak bola Amerika Serikat yang kembali menjadi tuan rumah turnamen akbar ini setelah 32 tahun, di mana antusiasme suporter melonjak tinggi dengan lebih dari 32.000 orang mengajukan tiket gratis untuk melihat sesi latihan tim.
Sorotan utama tertuju pada gelandang kreatif AC Milan, Christian Pulisic, yang diharapkan mampu memimpin rekan-rekan setimnya untuk membawa sepak bola Amerika Serikat ke tingkat global yang lebih tinggi.
"I can’t even imagine the weight that’s on his shoulders," kata Tyler Adams, gelandang Bournemouth.
Pemain berusia 27 tahun tersebut mengenang bagaimana sang bintang telah memikul harapan besar sejak usia yang sangat muda.
"From such a young age, he was the hope of American soccer," ujar Tyler Adams.
Adams menambahkan bahwa saat ini tim asuhan Mauricio Pochettino memiliki lini serang yang lebih bervariasi untuk membantu mengurangi beban tersebut.
"Now, we have weapons around him to kind of relieve that, but he’s a star. Not just for the U.S. national team, but in world football. He’s that good. We rely on him in big moments, but that being said, I hope he doesn’t feel the pressure to carry it all. Just to be himself and grow into each game," kata Tyler Adams.
Pulisic sendiri menegaskan kesiapannya untuk menghadapi sorotan media dan tekanan publik dalam turnamen domestik ini.
"I don’t feel a difference in weight," kata Christian Pulisic.
Gelandang berumur 27 tahun tersebut merasa terbantu oleh keberadaan para pemain berkualitas di sekelilingnya.
"I’m not sure. Maybe less. I just feel like there’s so many good players around me. I genuinely don’t feel like I have to do anything on my own. I’m going to give it the best I can. I want to help the team, and they expect a lot out of me, but with the guys I have around me, it makes it a lot easier for me," ujar Christian Pulisic.
Mantan pemain Chelsea itu juga merasakan kenyamanan tersendiri karena bertanding di hadapan pendukung dan keluarga sendiri.
"It feels similar, but with a bit of that comfort of being in America," kata Christian Pulisic.
Ia menilai pengalaman bermain di Piala Dunia sebelumnya membuat dirinya lebih tenang menghadapi laga pembuka ini.
"It feels great having the people you love around you. It makes it that much more special," ujar Christian Pulisic.
Pulisic mengakui atmosfer pertandingan melawan tim tangguh asal Amerika Selatan tersebut akan terasa sangat masif.
"It has that big-game feel, for sure," kata Christian Pulisic.
Namun, ia merasa lebih rileks karena skuad Amerika Serikat sudah pernah berada di situasi tekanan tinggi seperti ini sebelumnya.
"But in some ways, I feel a little bit more relaxed because I’ve been there before. We’ve played in a match like this. I think the experience has calmed me down a little bit," ujar Christian Pulisic.
Pelatih kepala Mauricio Pochettino menekankan pentingnya budaya dan lambang tim nasional di atas nama besar individu mana pun.
"Of course he needs to be an important player for us in the competition," kata Mauricio Pochettino.
Pochettino yang mengambil alih kemudi tim pada akhir 2024 menginginkan performa kolektif yang solid dari anak asuhnya.
"(But) I think what we’ve learned after a year and a half is that the badge of the national team and the culture with this country is more important than any name, any player or any coach. That is a principal thing that we (believe), and from there, if you have talent and quality, you can perform on that platform," ujar Mauricio Pochettino.
Sementara itu, gelandang Cristian Roldan mengingatkan pentingnya fokus penuh sejak menit-menit awal pertandingan demi mengamankan poin penuh.
"This game sets the tone for the tournament," kata Cristian Roldan.
Roldan berkaca pada hasil laga persahabatan pekan lalu ketika Amerika Serikat kalah 2-1 dari Jerman akibat kebobolan gol cepat di menit kedua.
"For us, really it’s the first 15, 20 minutes," kata Cristian Roldan.
Ia menuntut timnya untuk langsung siap mendikte permainan dan tidak lengah sejak peluit pertama dibunyikan.
"That’s really important and we need to be ready. We cannot be asleep like in our game against Germany, because that’s when your tournament output can change," ujar Cristian Roldan.
Roldan menilai tim nasional Amerika Serikat juga harus belajar bermain lebih cerdik dalam mengelola jalannya pertandingan melawan tim seagresif Paraguay.
"I think that’s one thing that we can get better at," kata Cristian Roldan.
Menurutnya, terkadang bermain terlalu jujur bisa menjadi kelemahan tersendiri di turnamen internasional.
"Being a bit too honest at times is maybe a fault for us. We need to be a bit savvier, the way we manage games, take fouls, stay on the ground a little longer. I think there are things we can learn from different nations. Paraguay does a really good job with that," ujar Cristian Roldan.
Bek tengah Chris Richards yang baru kembali dari cedera menyepakati bahwa kemenangan di laga perdana akan meningkatkan kepercayaan diri tim secara signifikan.
"Start off the World Cup with three points, not just for our confidence but to show the group that we want to be top dogs in this group, top dogs in the World Cup," kata Chris Richards.
Richards berharap raihan tiga poin tersebut bisa menjadi pernyataan tegas dari skuad Amerika Serikat kepada para pesaingnya.
"I think a statement, hopefully three points, will definitely set the tone for the World Cup," ujar Chris Richards.
Laga ini menjadi sangat krusial mengingat data historis menunjukkan tim yang memenangkan pertandingan pembuka memiliki peluang sebesar 85 persen untuk lolos dari fase grup.