Amerika Serikat Tutup Akses Maskapai Penerbangan Iran Akibat Konflik

Share

Amerika Serikat mengumumkan penutupan akses bagi maskapai penerbangan Iran ke tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket pada Kamis (28/5) waktu setempat akibat eskalasi konflik yang memanas minggu ini.

Kebijakan tersebut diambil menyusul aksi saling serang antara Washington dan Teheran, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tindakan tegas ini juga memicu pernyataan yang saling kontradiktif dari kedua belah pihak terkait potensi kesepakatan damai.

Pejabat pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa negosiator dari kedua negara sebenarnya telah mencapai nota kesepahaman sementara mengenai perpanjangan gencatan senjata dan kerangka kerja perundingan nuklir. Namun, otoritas Iran langsung menepis klaim tersebut dan menegaskan bahwa kesepakatan belum final.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan sanksi penerbangan tersebut melalui pernyataan di media sosial X. Langkah ini menjadi bagian dari kelanjutan program Departemen Keuangan Amerika Serikat dalam menekan koridor finansial Teheran.

"kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran" kata Bessent, Menteri Keuangan AS.

Di belahan Timur Tengah lainnya, ketegangan juga meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan tentaranya untuk menguasai mayoritas wilayah Jalur Gaza. Langkah ini menentang kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan sejak Oktober tahun lalu.

"Saat ini kami sedang menekan Hamas. Kami sekarang menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza," kata Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Netanyahu menjelaskan bahwa militer Israel awalnya menguasai setengah wilayah Jalur Gaza berdasarkan ketentuan gencatan senjata sebelumnya. Ia kemudian menegaskan target perluasan operasi militer tersebut.

"Arahan saya adalah untuk bergerak ke… 70 persen." tambah Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Selain ketegangan di Gaza, Israel juga mengumumkan pemutusan hubungan total dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Keputusan ini diambil setelah PBB memasukkan Israel ke dalam daftar hitam terkait dugaan kekerasan seksual di wilayah konflik.

"Kami sudah selesai dengan Sekretaris Jenderal ini," kata Danny Danon, Duta Besar Israel untuk PBB.

Sementara itu, situasi regional semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengutuk keras pembunuhan dua komandan senior sayap bersenjata Hamas, Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad, oleh militer Israel. IRGC menyatakan bahwa perdamaian di kawasan Asia Barat tidak akan pernah terwujud selama Israel masih berdiri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author