Anak Buruh Proyek Lolos SNBP dan Raih Beasiswa Penuh UGM
Seorang anak buruh proyek bernama Ristiana Artanti berhasil diterima di program studi Manajemen Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 pada Kamis (11/6/2026).
Keberhasilan Ristiana, yang juga memperoleh beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen hingga biaya kuliahnya gratis, dilansir dari Detikcom berdasarkan informasi resmi dari laman universitas tersebut.
Ristiana mengaku sempat merasa bingung atas kesempatan yang ia peroleh di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang tidak menentu.
"Kalau soal perasaan, jujur, saya bingung dan masih belum percaya Tuhan memberi kesempatan yang benar-benar saya gak bakal kira bakal bisa masuk di Universitas Gadjah Mada," kata Ristiana.
Selama menempuh pendidikan di bangku SMA, mahasiswi baru ini aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta perlombaan hingga meraih juara umum dan juara satu tingkat provinsi.
"Saya selalu disiplin membagikan waktu agar kegiatan ekstra tidak mengganggu akademik," kata Ristiana.
Ibu dari Ristiana, Winarni, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga mengaku bersyukur sekaligus sempat mengkhawatirkan masalah biaya kuliah sebelum adanya pengumuman beasiswa.
"Pas dia utarakan pengen kuliah itu, saya mikirnya gini, apa bisa mendanai soalnya ekonomi kita, susah kayak gini, kadang-kadang ada, kadang-kadang gak. Bisa makan tiga kali sehari itu sudah bersyukur," ujar Winarni.
Ayah Ristiana, Rubikan, memiliki penghasilan harian berkisar antara Rp90.000 hingga Rp100.000 atau menjual batu putih hasil galian di depan rumah seharga Rp450.000 untuk menyambung hidup.
"Saya gak mengira kalau anak saya bisa masuk UGM, padahal orang tuanya gak sekolah, tapi anaknya bisa sekolah," kata Rubikan.
Setelah menyelesaikan studinya nanti, Ristiana memiliki komitmen untuk mendedikasikan ilmunya di bidang kesehatan masyarakat daerah terpencil.
"Saya sudah membayangkan bahwa setelah lulus itu saya akan bekerja di puskesmas dan juga di rumah sakit yang mungkin di daerah pelosok-pelosok, untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masyarakat," harap Ristiana.