Pemerintah AS Ancam Pidana Penjarakan Pencuri Serpihan Lincoln Memorial

Share

Otoritas federal Amerika Serikat memperingatkan pengunjung bahwa mengambil serpihan cat atau material dari Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington dapat memicu dakwaan tindak pidana berat saat petugas membersihkan ganggang hijau pada Sabtu, 21 Juni 2026.

Peringatan keras tersebut dikeluarkan oleh pihak berwenang setelah adanya laporan mengenai penangkapan beberapa orang yang dituduh memindahkan material dari lokasi bersejarah tersebut. Berdasarkan laporan FOX 5 D.C., sejumlah pengunjung melihat serpihan cat biru mengapung di air ketika petugas kebersihan menggunakan mesin penyedot portabel untuk memulihkan kondisi kolam.

Presiden Donald Trump memberikan pernyataan melalui media sosial Truth Social bahwa proses pembersihan kolam akan segera dimulai. Ia juga menegaskan bahwa sejumlah penangkapan telah dilakukan terkait tindakan yang disebutnya sebagai sabotase sengaja terhadap situs National Mall tersebut.

Meskipun rincian dakwaan belum dirilis secara publik oleh penegak hukum, pihak kejaksaan menegaskan akan mengambil langkah hukum yang tegas terhadap para pelaku perusakan.

"If there are more serious products that are put into the Reflecting Pool to create more algae or a bigger problem, then we'll consider more serious charges," ujar Jeanine Pirro, U.S. Attorney.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Pirro untuk menunjukkan bahwa pemulihan keindahan Washington menjadi prioritas utama pemerintah federal saat ini.

"But make no mistake, making D.C. beautiful is a priority and if you damage, vandalize or do anything to impact something like the Reflecting Pool, you can be prosecuted," kata Jeanine Pirro, U.S. Attorney.

Proses pembersihan Lincoln Memorial Reflecting Pool saat ini masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat sementara penyelidikan mengenai penyebab ledakan populasi ganggang tetap dilakukan. Merujuk pada data kontrak federal, proyek renovasi yang lebih menyeluruh termasuk pengurasan ulang kolam diperkirakan dapat menelan biaya hingga lebih dari 14 juta dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author