Ahli Android Sarankan Pengguna Hindari Lima Aplikasi Populer Ini
Pakar perangkat keras Cisco Systems, Pankil Shah, merekomendasikan pengguna ponsel untuk menghindari lima jenis aplikasi populer demi menjaga keamanan dan privasi data, seperti dilansir dari Detik iNET pada Jumat (17/7/2026).
Jumlah unduhan yang tinggi di Google Play Store dinilai tidak menjadi jaminan bahwa sebuah aplikasi aman untuk digunakan. Sejumlah aplikasi seperti VPN gratis, pengelola kata sandi, hingga antivirus disinyalir memuat masalah privasi atau hanya menduplikasi fitur bawaan sistem operasi Android.
"Namun, ada banyak aplikasi yang saya sarankan untuk dihindari oleh kebanyakan orang, baik karena masalah privasi dan keamanan atau karena aplikasi tersebut mencoba menyelesaikan masalah yang sudah ditangani Android dengan sempurna," ujar Shah.
Aplikasi pertama yang disorot adalah Turbo VPN karena rekam jejak praktiknya yang dipertanyakan. Layanan VPN gratis dengan data tidak terbatas dinilai berisiko karena biaya operasional server yang tinggi memaksa penyedia mencari keuntungan dari sumber lain.
"Sejujurnya, Turbo VPN hanyalah satu contoh. Saya rasa hal yang sama berlaku untuk sebagian besar VPN gratis yang menawarkan data tak terbatas. Itu karena menjalankan layanan VPN tidak murah, jadi jika Anda tidak membayarnya, perusahaan tersebut mendapatkan keuntungannya di tempat lain," terang Shah.
Selain VPN, aplikasi pengelola kata sandi LastPass juga tidak lagi direkomendasikan akibat adanya rentetan kasus kebocoran data pengguna dalam beberapa tahun terakhir.
"Masalah terbesar dengan LastPass adalah rekam jejak keamanannya. Pelanggaran keamanan tahun 2022 sangat serius. Dalam insiden tersebut, penyerang berhasil mencuri data pelanggan dan bahkan mendapatkan akses ke arsitektur keamanan LastPass," kata Shah.
Shah menambahkan bahwa insiden pada tahun 2022 tersebut bukanlah kejadian tunggal, sehingga ia lebih menyarankan platform alternatif lain yang berbasis open-source.
"Lebih penting lagi, ada banyak aplikasi pengelola kata sandi yang jauh lebih baik daripada LastPass. Saya pribadi menggunakan Bitwarden karena bersifat open-source dan terjangkau hanya dengan $20 per tahun," ujarnya.
Truecaller juga masuk dalam daftar karena meminta terlalu banyak izin akses data sejak awal pemakaian, seperti log panggilan, pesan, hingga berkas media. Padahal, fitur pemblokiran spam saat ini sudah terintegrasi dengan baik pada sistem bawaan Android.
"Masalah terbesar saya dengan Truecaller adalah banyaknya izin aplikasi yang dimintanya. Selain kontak, aplikasi ini meminta akses ke log panggilan, pesan, lokasi, file, foto, video, dan audio," aku Shah.
Aplikasi pembersih seperti CCleaner dan antivirus seperti AVG AntiVirus & Security juga dinilai tidak lagi diperlukan. Android modern telah dibekali fitur bawaan seperti Google Play Protect dan Android Safe Browsing yang otomatis mendeteksi ancaman malware secara real-time.
"Dalam beberapa hal, AVG dan sebagian besar aplikasi antivirus Android lainnya hanya menduplikasi fitur yang sudah ada — dan, lebih buruk lagi, mengenakan biaya untuk fitur tersebut. Kenyataannya adalah, selama Anda tetap menggunakan Play Store untuk aplikasi dan tidak melakukan hal-hal bodoh, seperti menonaktifkan fitur keamanan bawaan Android, Anda umumnya tidak perlu khawatir ponsel Anda terinfeksi," tutup Shah.