Aplikasi SPMB Batam Hadapi Belasan Kali Percobaan Akses Ilegal

Share

Aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Kota Batam menjadi sasaran belasan kali upaya peretasan siber di tengah tingginya lalu lintas data pendaftaran. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam langsung meluncurkan investigasi digital forensik guna melacak pelaku.

Pemerintah daerah mengonfirmasi terdeteksinya 14 kali percobaan akses ilegal yang memanfaatkan momentum lonjakan pengguna aplikasi tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi, rangkaian gangguan tersebut diklaim tidak sampai merusak basis data inti perlindungan utama portal.

Dugaan peretasan ini mencuat setelah akun X @KoshNoctis mengklaim menemukan celah keamanan jenis Insecure Direct Object Reference pada portal SPMB. Akun tersebut mengaku telah mengunduh 445 berkas dokumen berupa Kartu Keluarga, KTP, Kartu Identitas Anak, hingga akta kelahiran pendaftar sebagai bukti.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa kelemahan sistem diduga berada pada platform pihak ketiga yang terintegrasi dengan portal pemerintah. Pihaknya saat ini tengah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara serta Kementerian Komunikasi dan Digital untuk rekonstruksi sistem.

"Target: Portal SPMB Batam, Vulnerability: IDOR (Insecure Direct Object Reference), Impact: 1,495 Personal Documents Exposed," tulis akun tersebut sebagaimana dilansir dari detikSumut.

Narasi pengambilalihan data sensitif oleh pihak luar tersebut dinilai masih berupa indikasi awal yang memerlukan pembuktian forensik lebih lanjut.

"A total of 445 full data files have been dumped as a Proof of Concept (PoC). Identity Data: Family Cards, National IDs, Child IDs, Birth," demikian isi unggahan akun X @KoshNoctis yang dikutip oleh Media Kampung.

Menyikapi hal tersebut, Rudi Panjaitan menyatakan penanganan siber dijalankan oleh tim khusus yang kompeten agar tidak mengganggu jalannya pelayanan publik.

"Jadi begini, itu kan masih dugaan. Belum bisa dipastikan apakah data tersebut sudah diambil," ujar Rudi Panjaitan, Kepala Diskominfo Kota Batam.

Langkah taktis yang diambil mencakup pelacakan alamat protokol internet untuk mengetahui lokasi geografis penyerang sistem.

"Itu pekerjaan orang terlatih, jadi kita respons dengan orang terlatih juga. Kita punya tim terpadu, tim siber yang bekerja sama dengan BSSN," kata Rudi Panjaitan.

Pemerintah daerah juga merancang langkah mitigasi eksternal dengan mengirimkan surat pemberitahuan ke lembaga perbankan guna mencegah potensi penyalahgunaan identitas calon siswa.

"Nanti akan dilacak IP address orang yang mencuri data, apakah dari luar negeri, luar Batam, itu nanti akan dilacak lokasinya di mana," katanya.

Melalui surat resmi tersebut, instansi pelayanan publik dan perbankan diminta memperketat otentikasi data guna meminimalkan risiko transaksi keuangan ilegal.

"Kita akan sampaikan bahwa data orang-orang ini sementara diduga telah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Rudi Panjaitan.

Meskipun sedang dilakukan penguatan perimeter pertahanan digital, Diskominfo menegaskan operasional pendaftaran murid baru tetap berjalan normal tanpa penundaan jadwal.

"Kalau ada permintaan transaksi atau usulan apa pun yang menghasilkan transaksi lain agar dilakukan cross check kepada yang bersangkutan. Harus dilakukan verifikasi ulang karena data tersebut diduga sudah dikuasai orang luar," katanya.

Wali murid diimbau untuk tidak panik dan disarankan untuk mengganti kredensial akun mandiri secara berkala demi meningkatkan proteksi keamanan.

"Saat ini SPMB tetap beroperasi. Memang kemarin setelah diduga diretas langsung kita lakukan mitigasi dan melihat apa yang terjadi," ujarnya.

Pemerintah daerah juga berjanji untuk mengirimkan notifikasi khusus kepada warga terdampak jika hasil audit menemukan indikasi kebocoran data sekunder.

"Memang ada 14 kali percobaan meretas aplikasi itu dan kita sudah lakukan pengecekan, lokasinya di mana, IP address-nya di mana, dan tujuannya apa," katanya.

Kerja sama penanganan ini juga melibatkan Dinas Pendidikan selaku pengelola harian aplikasi beserta jajaran tim teknis lintas kementerian.

"Kita berharap orang tua siswa tidak gamang dan khawatir berlebihan. Teruskan pendaftaran anak-anaknya sembari kita menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya.

Rudi Panjaitan menambahkan bahwa proses digital forensik ini terus berjalan untuk memastikan status kepemilikan data oleh peretas.

”Makanya sekarang dilakukan mitigasi. Kita sedang merekonstruksi kembali data mana yang diduga bocor dan bagaimana prosesnya. Untuk itu kami langsung bekerja sama dengan BSSN,” kata Rudy Panjaitan saat dihubungi Batam Pos.

Kepadatan jaringan internet selama masa pendaftaran disinyalir menjadi celah yang dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.

”Kami menemukan sekitar 14 kali percobaan akses ilegal. Tetapi sampai sekarang belum bisa dipastikan apakah data benar-benar berhasil dikuasai oleh pihak yang mencoba masuk tersebut. Itu yang sedang kami telusuri melalui proses digital forensik dan mitigasi,” ujarnya.

Ke depan, sistem perlindungan utama jaringan milik pemerintah akan diperbarui dengan menerapkan mekanisme proteksi berlapis.

”Ketika trafik pendaftaran sangat tinggi, ada kemungkinan kondisi itu dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kami sedang memastikan sumber aksesnya berasal dari mana, apakah dari dalam negeri atau luar negeri,” katanya.

Pemerintah meminta masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada lembaga berwenang yang sedang menangani pemulihan sistem.

”Nanti jika ditemukan data yang berpotensi disalahgunakan, kami akan melakukan pemberitahuan kepada pihak terkait dan kepada warga yang bersangkutan agar dapat dilakukan verifikasi ulang,” kata Rudy Panjaitan.

Seluruh hasil investigasi penanganan insiden siber ini direncanakan akan dibuka secara transparan kepada publik setelah seluruh tahapan selesai.

”SPMB tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada penghentian layanan. Proses pendaftaran masih berlangsung normal,” katanya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi ulang mengenai perkembangan terbaru pada Senin, 15 Juni 2026, ia menegaskan pentingnya sikap tenang dari masyarakat.

”Kami berharap masyarakat tidak perlu panik dan tidak saling menyalahkan. Kasus ini sedang ditangani oleh tim yang berkompeten bersama BSSN dan Komdigi,” ujarnya.

Langkah pengamanan tambahan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan siswa baru.

”Ke depan sistem keamanan akan diperkuat dengan beberapa lapisan pengamanan tambahan. Di sisi lain masyarakat juga harus ikut menjaga keamanan akun pribadinya,” katanya.

Rudi juga menyampaikan agenda penanganan lanjutan yang dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan pekan bersama instansi terkait.

”Hari Rabu kami mulai tahapan mitigasi lebih lanjut bersama BSSN dan Komdigi. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat,” ujar Rudy Panjaitan.

Media Batamnews mengungkapkan kelemahan sistem terkait IDOR ini bersumber dari unggahan di media sosial X. Menanggapi pemberitaan tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026, Rudi kembali menyatakan status dari data pendaftar.

"Itu kan masih dugaan, belum bisa dipastikan apakah data tersebut sudah benar-benar diambil atau tidak," ujar Rudi Panjaitan, Kepala Diskominfo Batam kepada media.

Proses mitigasi lanjutan dijadwalkan dimulai pada hari Rabu bersama BSSN dan Komdigi.

"Itu kan pekerjaan orang terlatih, jadi kita respon dengan orang terlatih juga. Kita punya tim terpadu, tim cyber yang bekerja sama langsung dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," kata Rudi Panjaitan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Batam Kebocoran Data Siber
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author