Arema FC Merombak Skuad Demi Hadapi Super League
Manajemen Arema FC bergerak cepat menyusun rencana baru menjelang kompetisi Super League 2026/2027 dengan menyiapkan perombakan komposisi pemain secara besar-besaran. Langkah strategis ini diambil demi meningkatkan performa tim setelah hasil evaluasi performa musim lalu dinilai kurang memuaskan.
Rencana perombakan tim ini dikonfirmasi oleh manajemen klub yang saat ini telah mengantongi daftar nama pemain yang akan dipertahankan. Dilansir dari Bola, pihak manajemen kini sedang melakukan diskusi mendalam sebelum mengumumkan keputusan tersebut secara resmi kepada publik.
"Kami ingin terus berkembang. Pemain yang dipertahankan untuk musim depan mungkin 50 persen,” kata General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
Keputusan melepas separuh kekuatan tim ini diawali dengan perpisahan dua pemain asing, yaitu Lucas Frigeri dan Valdeci Moreira. Manajemen mengonfirmasi bahwa jumlah pemain yang akan meninggalkan klub dipastikan bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
Kebijakan manajemen untuk melakukan evaluasi total dipicu oleh kegagalan tim memenuhi target awal. Arema FC dan pelatih Marcos Santos sebelumnya menyepakati target finis di posisi lima besar, namun tim hanya mampu menduduki peringkat kesembilan dengan raihan 48 poin di klasemen akhir.
Catatan performa masa lalu menunjukkan bahwa klub berjuluk Singo Edan ini memang kerap melakukan bongkar pasang pemain sejak musim 2023/2024. Arema FC tercatat lebih sering berkutat di papan tengah dan papan bawah dalam empat musim terakhir, dengan pencapaian terbaik berada di urutan keempat pada musim 2021/2022.
Riwayat pergantian pelatih di klub ini juga memperlihatkan tren yang ketat bagi juru taktik asing. Hanya Eduardo Almeida, pelatih asal Portugal, yang pernah mendapatkan perpanjangan kontrak setelah membawa tim bersaing di papan atas pada tahun 2022, meskipun ia kemudian diganti pada putaran pertama musim berikutnya.
Kondisi ini berbeda dengan kebijakan klub terhadap pelatih lokal seperti Benny Dollo dan Suharno yang beberapa kali mendapatkan perpanjangan kontrak jangka panjang. Benny Dollo sukses menyumbang trofi Copa Indonesia dua kali beruntun pada 2005 dan 2006, sementara Suharno berhasil membawa Arema menjuarai sejumlah turnamen nasional.