Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Masuk Wilayahnya Secara Ilegal

Share

Pemerintah Argentina melayangkan nota protes resmi kepada Inggris setelah menuduh sebuah kapal perang militer milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris menerobos perairan mereka tanpa izin resmi secara ilegal.

Dilansir dari Detikcom yang mengutip The Independent pada Jumat (17/7/2026), insiden penerobosan oleh kapal HMS Medway tersebut diklaim terjadi pada awal Juli 2026, hanya beberapa jam setelah Argentina mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia.

Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, mengonfirmasi pihaknya telah mengajukan keberatan yang kuat kepada Kedutaan Besar Inggris atas tindakan provokatif dari Angkatan Laut Inggris tersebut.

Sebaliknya, pihak Kantor Perdana Menteri Inggris membantah keras tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa operasional kapal tersebut telah diberitahukan sebelumnya dan merupakan bagian dari kegiatan logistik rutin menuju negara Chili.

"Faktanya adalah kami telah memberi tahu pemerintah Argentina sebelumnya tentang kunjungan logistik rutin HMS Medway ke Chili antara tanggal 5 dan 8 Juli untuk mendukung operasi survei Antartika Inggris yang akan mengirimkan persediaan dan perlengkapan penting untuk mendukung penelitian ilmiah di Antartika. Angkatan Laut Kerajaan selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional. Transit dari Kepulauan Falkland ke Chili dilakukan melalui rute praktis paling langsung dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan cuaca untuk memastikan pengiriman tepat waktu." kata juru bicara resmi perdana menteri Inggris.

Ketegangan diplomatik ini semakin memanas akibat aksi para pemain timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan klaim atas Kepulauan Falkland setelah pertandingan semifinal tersebut selesai digelar.

Menteri Perdagangan Inggris, Peter Kyle, mengecam keras aksi politik di lapangan hijau tersebut dan mendesak FIFA untuk segera melakukan investigasi formal terhadap tim Argentina.

"Saya sudah pergi dan tidur sebelum spanduk itu masuk ke lapangan, tetapi saya melihat gambar-gambar itu pagi ini, dan tentu saja, itu sama sekali tidak pantes," ujar Peter Kyle, Menteri Perdagangan Inggris.

Ia menekankan pentingnya menjaga netralitas politik dalam ajang olahraga internasional seperti Piala Dunia.

"Politik seharusnya menjauh dari sepak bola. Itu adalah prinsip yang sangat jelas dari Piala Dunia, tetapi konsekuensi apa pun yang timbul dari itu sekarang menjadi keputusan FIFA," kata Peter Kyle.

Ia kembali menegaskan dukungannya agar otoritas sepak bola dunia mengambil tindakan tegas terkait pelanggaran ini.

"Saya yakin FIFA harus menyelidiki hal ini. Tentu saja, mereka harus." tutur Peter Kyle.

Menanggapi kontroversi klaim wilayah yang kembali mencuat, Downing Street menegaskan kembali komitmen dan posisi resmi Inggris atas status kedaulatan warga di wilayah Kepulauan Falkland.

"Posisi Inggris jelas, penduduk pulau telah berulang kali menyatakan keinginan mereka untuk tetap menjadi wilayah Inggris dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri adalah yang terpenting. Penduduk Kepulauan Falkland adalah warga negara Inggris dengan hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri." ujar juru bicara perdana menteri Inggris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author