Ariel Adhidevara Raih Beasiswa Magister Tujuh Puluh Lima Persen di Harvard

Share

Seorang mahasiswa asal Indonesia, Ariel Adhidevara, berhasil menempuh pendidikan Master in Design Studies di Harvard Graduate School of Design setelah melalui persiapan finansial yang panjang. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom pada Kamis (21/5/2026), ia menjalani kuliah S2 tersebut sejak tahun 2023.

Sebelum melanjutkan studi ke Harvard University, lulusan Bachelor of Architecture dari California Polytechnic State University ini terlebih dahulu meniti karier di bidang arsitektur. Langkah tersebut diambil demi memperkuat pengalaman, portofolio, sekaligus menabung untuk dana pendidikan magister.

"Aku kerja dulu beberapa tahun sambil nabung," kata Ariel dalam wawancara bersama detikEdu, Kamis (21/5/2026).

Pihak kampus Harvard langsung mempertimbangkan bantuan pendidikan berbasis pencapaian atau merit sejak tahap pendaftaran awal bagi para calon mahasiswa.

"Nanti pas daftar tuh langsung dipertimbangkan buat scholarship," ujar Ariel.

Melalui proses seleksi administrasi tersebut, Ariel berhasil mendapatkan keringanan biaya kuliah yang sangat signifikan dari pihak universitas.

"Aku dapat sekitar 75 persen," kata Ariel.

Guna menutupi sisa 25 persen biaya pendidikan yang tidak ditanggung oleh beasiswa, Ariel memanfaatkan fasilitas pinjaman dana pendidikan yang disediakan pihak kampus.

"Aku juga ambil student loan," ujar Ariel.

Status kependudukan Ariel turut memengaruhi skema bantuan ini, mengingat ia sudah menetap di Amerika Serikat sejak tahun 2014 setelah keluarganya mendapatkan green card lottery. Kondisi tersebut membuat skema finansialnya bisa berbeda dengan pelajar asal Indonesia yang mendaftar langsung sebagai mahasiswa internasional.

"Aku kan memang statusnya udah di US waktu itu," kata Ariel.

Tingginya biaya hidup di Amerika Serikat juga menyiasati Ariel untuk menerapkan gaya hidup hemat, terutama pada komponen pengeluaran terbesar seperti konsumsi dan akomodasi.

"Karena paling mahal di Amerika Serikat itu makanan dan tempat tinggal. Jadi cara menghemat itu masak di rumah," ujar Ariel.

Ariel menambahkan bahwa pengelolaan finansial selama masa studi dilakukan dengan terus menyesuaikan gaya hidup sehari-hari agar pengeluaran tidak melampaui kemampuan anggarannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author