Arsenal Buru Trofi Liga Champions setelah Juara Premier League
Klub sepak bola Arsenal membidik sejarah baru untuk meraih trofi Liga Champions pertama kalinya dalam laga final melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Budapest pada Sabtu (30-5-2026). Ambisi memperkawinkan gelar tersebut diusung setelah tim London Utara itu sukses menyudahi penantian 22 tahun untuk menjuarai Premier League, seperti dilansir dari Bola.
Bek tengah Arsenal, William Saliba, menegaskan bahwa keberhasilan memenangi liga domestik tidak membuat timnya lekas berpuas diri. Pemain asal Prancis tersebut menyatakan hasratnya untuk merengkuh lebih banyak kesuksesan pada pertandingan puncak mendatang.
"Itu akan sangat berarti. Sekarang kami sudah memulai dengan Premier League, ini gelar pertama saya, jadi saya senang. Tapi, saya belum puas. Saya ingin lebih," kata Saliba, bek Arsenal.
Target besar kini langsung dialihkan pada sisa kompetisi Eropa yang tinggal selangkah lagi. Kepercayaan diri skuad asuhan Mikel Arteta tersebut dilaporkan melonjak drastis setelah mereka berhasil memutus tren negatif sebagai runner-up pada tiga musim sebelumnya.
"Dan ada peluang besar pekan depan di Liga Champions, jadi kami harus memberikan segalanya," imbuhnya Saliba, bek Arsenal.
Kondisi psikologis internal tim saat ini berada dalam momentum yang sangat positif menjelang keberangkatan ke Budapest. Saliba menilai status sebagai kampiun Inggris memberikan suntikan mentalitas yang krusial untuk menghadapi juara bertahan Liga Champions.
"Ya, tentu saja itu mengubah sesuatu. Ketika Anda memenangi Premier League, ketika Anda memenangi liga, Anda punya lebih banyak kepercayaan diri sebelum menghadapi final," ujar Saliba, bek Arsenal.
Kegagalan beruntun pada musim-musim lalu diakui justru membentuk ketangguhan mental para pemain. Skuad The Gunners tetap menjaga fokus tinggi demi menuntaskan seluruh target yang sudah dicanangkan sejak awal musim.
"Musim lalu kami finis kedua, tapi bahkan setelah finis kedua, kami tetap punya mentalitas untuk terus melangkah dan akhirnya itu terbayar," ucapnya Saliba, bek Arsenal.
Konsistensi performa di lapangan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan mereka membalikkan prediksi. Gelar juara Premier League dipandang sebagai buah dari kerja keras tanpa henti yang ditunjukkan oleh seluruh elemen klub.
"Kami tidak menyerah, kami layak mendapatkan gelar itu, dan musim depan kami akan kembali lagi untuk mencoba menang," kata Saliba, bek Arsenal.
Suasana ruang ganti yang kondusif juga mempermudah persiapan taktis menjelang laga final. Pelatih dan pemain berada dalam atmosfer kegembiraan yang mendukung fokus kerja mereka.
"Ketika Anda memenangkan trofi, semuanya jadi positif. Semua orang dalam suasana hati bagus, staf, pemain. Lebih baik memenangi liga sebelum final Liga Champions karena sekarang semua orang bahagia," ungkap Saliba, bek Arsenal.
Sebelum terbang ke Hungaria, Arsenal masih harus menyelesaikan agenda domestik terakhir mereka di liga. Kendati demikian, hasil pertandingan pamungkas tersebut sudah tidak memengaruhi status mereka sebagai raja baru sepak bola Inggris.
"Apa pun hasil laga terakhir nanti, kami tetap juara. Setelah itu kami punya satu pekan untuk mempersiapkan diri menghadapi Paris," kata Saliba, bek Arsenal.
Lini pertahanan Arsenal yang mencatatkan rekor terbaik di Premier League musim ini dengan hanya kebobolan 26 gol dari 37 laga akan diuji oleh ketajaman PSG. Lini serang Les Parisiens dipastikan bakal menebar ancaman melalui pergerakan Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia.
"Kami punya pertahanan terbaik musim ini, dan ketika Anda yang terbaik, Anda ingin melawan yang terbaik," kata Saliba, bek Arsenal.
Pertemuan antarpemain top dunia ini diprediksi berjalan sengit di semua lini. Kiper David Raya yang menyabet penghargaan Golden Glove berkat catatan clean sheet terbanyak juga menjadi pilar penting di lini belakang.
"Kami senang menghadapi penyerang seperti mereka pekan depan dan saya berharap kami memenangkan duel itu," katanya Saliba, bek Arsenal.
Skuad asuhan Luis Enrique sendiri lebih difavoritkan oleh banyak pihak karena status mereka sebagai juara bertahan. Saliba memaklumi pandangan publik tersebut dan menilai satu-satunya cara membalikkan prediksi adalah dengan memenangi laga.
"Wajar mereka jadi favorit karena mereka memenangi Liga Champions musim lalu dan sekarang kembali ke final. Kami harus bertarung dan kalau ingin mengubah pandangan itu, kami harus menang," kata Sliba, bek Arsenal.
Perjalanan karier personal Saliba di London Utara sempat melewati masa-masa sulit dengan beberapa kali menjadi pemain pinjaman di Nice dan Marseille. Momentum kebangkitan tim diyakininya mulai terlihat jelas sejak meraih kemenangan krusial pada bulan Maret lalu.
"Itu perjalanan panjang, naik turun, tapi sekarang saya sangat bahagia," ujar Saliba, bek Arsenal.
Pemain berusia 25 tahun itu menganggap pengalaman masa lalu sebagai bagian dari pendewasaan karier sepak bolanya. Ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris memaksa tim untuk tampil tanpa cela di setiap pekan.
"Saya tidak selalu bahagia ketika dipinjamkan dan tidak bermain, tapi itu bagian dari proses," ujar Saliba, bek Arsenal.
Kekalahan dari pesaing terdekat seperti Manchester City tidak meruntuhkan keyakinan internal skuad untuk terus melaju. Kepercayaan diri yang terjaga tersebut akhirnya berbuah trofi liga yang dinantikan puluhan tahun.
"I tahu memenangkan Premier League akan sulit. Setiap pertandingan di liga ini sangat berat, bahkan melawan tim papan bawah," kata Saliba, bek Arsenal.
Fokus penuh kini dicurahkan untuk dua ajang besar yang sudah di depan mata. Setelah menyelesaikan misi bersama klub di final Eropa, Saliba juga mengalihkan pandangannya ke turnamen akbar bersama tim nasional Prancis.
"Kami terus melangkah dan percaya kepada diri sendiri, bahkan setelah kalah dari Manchester City, dan sekarang kami juara," ujarnya Saliba, bek Arsenal.
Tampil sebagai starter reguler selama empat tahun terakhir menjadi modal berharga bagi sang bek untuk membuktikan kapasitasnya di level tertinggi. Agenda padat di penghujung musim 2026 ini dipandang sebagai kesempatan emas.
"Selama empat tahun saya selalu menjadi starter di Arsenal dan sekarang saya menutup musim dengan gelar Premier League. Tapi, kami punya sesuatu yang lebih besar pekan depan," tuturnya Saliba, bek Arsenal.
Rangkaian jadwal padat kompetisi akan langsung disambung dengan partisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar antarnegara pada musim panas mendatang.
"Kami juga akan menghadapi Piala Dunia. Pertama, ada final bersama Arsenal, lalu Piala Dunia. Ini saat yang tepat untuk menunjukkan kemampuan saya dan mengeluarkan semua yang saya punya," imbuh Saliba, bek Arsenal.