Arsenal Tekuk Coventry City Tiga Gol Tanpa Balas
Coventry City menelan kekalahan 0-3 saat melakoni laga tandang melawan Arsenal pada pekan pertama Liga Inggris 2026-2027 di Stadion Emirates, Sabtu (22/8/2026) dini hari WIB. Tiga gol Meriam London dicetak oleh Kai Havertz, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard.
Hasil negatif ini menjadi permulaan berat bagi Coventry City yang berstatus sebagai juara bertahan EFL Championship musim lalu. Organisasi pertahanan tim tamu yang buruk turut menjadi pemicu terciptanya gol-gol kemenangan sang tuan rumah.
Pelatih Coventry City Frank Lampard mengakui keunggulan kualitas yang dimiliki oleh lawan usai laga berakhir. Dilansir dari Yahoo Sports, Lampard menyebut pertandingan tersebut sebagai pembelajaran berharga bagi para pemainnya.
"Jelas tantangan besar. Tim yang fantastis dan pelajaran bagus bagi para pemain kami untuk menunjukkan bahwa ada berbagai tingkatan," kata Lampard.
Mantan pemain timnas Inggris itu juga menilai performa anak asuhnya belum maksimal saat mengantisipasi serangan lawan.
"Mereka bermain seperti juara dan pengalaman itu mungkin bagus untuk kami. Tidak bagus dari pihak kami, terutama gol-gol yang tercipta," ujar Lampard.
Meski mengawali musim dengan hasil buruk, Lampard tetap optimistis bahwa performa timnya akan mengalami peningkatan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Kalian akan melihat lebih dari itu dari kami. Arsenal akan mengalahkan banyak tim di sini," kata Lampard.
Ia menolak memberikan penilaian buruk secara mendalam kepada skuadnya hanya berdasarkan hasil pada laga pembuka tersebut.
"Ada beberapa hal yang tidak saya permasalahkan. Kami akan berkembang jadi saya tidak ingin menilai para pemain berdasarkan penampilan malam ini," ujar Lampard.
Lampard turut menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang terus diberikan oleh para suporter sepanjang pertandingan berlangsung.
"Saya tenang dengan itu. Dukungan suporter kami luar biasa tetapi kami kalah dalam pertandingan dan akan kehilangan pelajaran yang bisa kami ambil," kata Lampard.
Ia memprediksi tingginya motivasi bermain skuad Arsenal lantaran status mereka sebagai juara bertahan Liga Inggris musim lalu.
"Tidak setiap pertandingan akan seperti itu. Ini adalah tim Arsenal yang termotivasi oleh posisi mereka saat ini. Ini adalah tim yang dibangun dan dilatih untuk mencapai titik ini," ujar Lampard.
Di samping itu, sang manajer menyoroti masalah mentalitas dan keraguan yang sempat ditunjukkan anak asuhnya sepanjang babak pertama.
"Saya lebih khawatir soal kepribadian. Saya rasa kami sedikit ragu-ragu di babak pertama," kata Lampard.
Ia lantas membandingkan kekalahan timnya dengan hasil laga klub lain yang mampu bertahan di divisi teratas meski mengawali musim secara buruk.
"Ini sulit. Leeds datang ke sini dan kalah di pertandingan pertama dengan skor 4-0 dan tetap bertahan di Liga Premier," ujar Lampard.
Lampard menegaskan akan segera melakukan pembenahan dari segi taktik maupun kondisi fisik menjelang pertandingan berikutnya.
"Para pemain akan menjadi lebih baik, lebih bugar. Ada penyesuaian yang harus kita lakukan dan kita akan melakukannya," kata Lampard.