AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menghapus Suriah dari daftar negara pendukung terorisme pada Senin (24/8/2026). Dilansir dari Detikcom, langkah ini membatalkan pembatasan ekonomi berat yang telah diterapkan selama puluhan tahun terhadap negara tersebut.
Departemen Luar Negeri AS juga mencabut status Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), yang sebelumnya bernama Front al-Nusrah, sebagai organisasi teroris global. HTS telah memutus hubungan dengan Al-Qaeda sejak 2016 sebelum akhirnya menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Keputusan ini ditindaklanjuti oleh Departemen Keuangan AS dengan memberikan kelonggaran sanksi ekonomi. Kebijakan ini sekaligus merealisasikan janji Presiden Donald Trump yang sempat bertemu pemimpin HTS, Ahmed al-Sharaa, di sela-sela KTT NATO di Turki.
"Tindakan hari ini akan membantu mendorong investasi tambahan di Suriah guna meningkatkan stabilitas politik dan ekonomi," kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Departemen Keuangan AS menegaskan bahwa pelonggaran aturan ini tidak mengurangi komitmen mereka dalam melawan terorisme global. Lembaga tersebut menyatakan tetap menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan kejahatan di Suriah.
Langkah pencabutan status ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan Washington terhadap kepemimpinan baru di Suriah. Pemerintah AS berupaya mendukung pemulihan negara tersebut setelah mengakhiri perang saudara yang berlangsung selama 13 tahun.
"Pencabutan status tersebut memberikan warga Suriah jalan menuju kemakmuran," kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Marco Rubio menambahkan bahwa kebijakan baru ini menghapus hambatan utama terakhir bagi masuknya investasi sektor swasta. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi Suriah sekaligus mengintegrasikannya kembali ke dalam sistem ekonomi global.
Pihak otoritas moneter Suriah turut memberikan tanggapan positif atas keputusan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Washington tersebut.
"Mengakhiri penetapan Suriah sebagai negara pendukung terorisme merupakan langkah bersejarah yang mengembalikan negara ini ke posisi alamiahnya dalam sistem ekonomi global," kata Gubernur Bank Sentral Suriah, Safwat Raslan.
Safwat Raslan menambahkan melalui akun X miliknya bahwa Bank Sentral Suriah saat ini sedang fokus bekerja untuk membangun sistem keuangan yang modern dan terpercaya.