Amerika Serikat Siagakan Militer Usai Iran Tutup Selat Hormuz

Share

Militer Amerika Serikat menyiagakan pasukannya di Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026) setelah pemerintah Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran internasional tersebut pasca-serangan militer Israel ke wilayah Lebanon.

Langkah penutupan jalur laut oleh Iran ini dipicu oleh gempuran Israel ke Lebanon yang dinilai telah melanggar kesepakatan rapuh antara Iran dan Amerika Serikat. Dilansir dari Detikcom, ketegangan ini terjadi tepat ketika para negosiator dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Swiss untuk membahas kelanjutan implementasi perjanjian tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) merespons situasi ini dengan menegaskan bahwa pengawasan terhadap alur pelayaran penting tersebut akan tetap berjalan demi memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan yang ada.

"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, dipatuhi, dan berlaku penuh," kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

Pihak militer AS yang mengawasi kawasan Timur Tengah tersebut melaporkan bahwa situasi keamanan di jalur perairan itu terpantau masih kondusif bagi lalu lintas maritim komersial hingga menjelang akhir pekan.

"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, dipatuhi, dan berlaku penuh," kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

Pernyataan resmi dari otoritas militer Amerika Serikat tersebut dikeluarkan sekitar pukul 10.30 waktu setempat atau pukul 21.30 WIB. Sebelum pengumuman penutupan oleh Iran, perusahaan pelacak maritim mencatat adanya peningkatan lalu lintas kapal di selat tersebut hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat.

Kondisi diplomatik yang memanas ini juga memengaruhi rencana kunjungan pejabat tinggi Amerika Serikat yang dijadwalkan menghadiri dialog di Swiss.

"beberapa hari ke depan" kata Wakil Presiden JD Vance.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author