Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Malaysia dan Singapura

Share

Pemerintah Indonesia membangun komunikasi informal dengan Singapura dan Malaysia terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan yang meluas hingga ke negara tetangga, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Minggu (23/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa jalur diplomasi tersebut telah bergerak secara intensif melalui Kementerian Luar Negeri guna menangani dampak lintas batas wilayah ini.

"Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi," kata Prasetyo di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk segera meredakan krisis lingkungan ini agar dampak asap tidak berlarut-larut mengganggu aktivitas masyarakat lokal maupun regional.

"Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami. Makanya kita berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini," ungkapnya.

Sebaran asap akibat karhutla di Kalimantan terbukti memicu krisis kualitas udara di Sarawak, Malaysia. Kondisi buruk tersebut memaksa Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak mengambil langkah darurat pada Kamis (20/8/2026).

Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian ditutup sementara setelah Indeks Pencemaran Udara menembus batas aman. Sistem Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah pun mulai diterapkan bagi siswa.

"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," kata JPBN Sarawak dalam sebuah pernyataannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author