Asing Serok Saham AMMN dan BBRI Ratusan Miliar Rupiah
Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp733,69 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/8/2026). Penguatan arus modal asing ini bertepatan dengan melonjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,68 persen ke level 6.501,58.
Aksi borong asing tersebut berbalik arah dari perdagangan hari sebelumnya pada Rabu (19/8/2026) yang mencatatkan jual bersih (net sell) Rp488,49 miliar. Total transaksi asing di seluruh pasar pada Kamis lalu menorehkan net buy Rp680,47 miliar, di mana nilai pembelian asing melonjak signifikan menjadi Rp4,22 triliun dari sebelumnya Rp3,04 triliun.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi teratas yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp408,1 miliar dan volume 92,29 juta lembar. Terdorong aksi beli tersebut, harga saham AMMN melesat 7,97 persen ke level Rp4.470 per saham.
Posisi kedua dihuni oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net buy asing sebesar Rp292,17 miliar. Harga saham BBRI naik 1,95 persen ke level Rp3.140 per saham setelah sebanyak 156,12 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp488,44 miliar. Lonjakan ini membalikkan posisi BBRI yang sempat terkoreksi dua hari berturut-turut.
Saham lain yang masuk lima besar net buy asing mencakup PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp138,8 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp131,2 miliar, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp94,1 miliar. Sebaliknya, aksi jual bersih asing terbesar melanda saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan net sell Rp120,9 miliar, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp102,8 miliar.
Mengenai prospek teknikal BBRI pada Jumat (21/8/2026), CGS International Sekuritas memproyeksikan area resistance berada di level 3.157 dan 3.173, sementara level support diperkirakan pada 3.107 dan 3.073. Di sisi lain, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk BBRI dengan target harga Rp4.010 berbasis Gordon Growth Model, menilai valuasinya saat ini sangat murah di bawah rata-rata historis.
Lembaga riset JP Morgan turut memberikan pandangan positif terhadap kinerja pemulihan bisnis mikro bank pelat merah tersebut.
"Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah," tulis JP Morgan.
Analis JP Morgan menilai valuasi BBRI yang masih rendah akan menjadi katalis pembalikan arah harga saham perseroan di pasar modal.
JP Morgan meng-upgrade saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp 3.400.