Ulama Jelaskan Aturan Makan Sebelum Salat Idul Adha bagi yang Berkurban dan Tidak

Share

Anjuran mengenai konsumsi makanan menjelang ibadah salat Id sering kali memicu pertanyaan di kalangan umat Muslim. Terdapat perbedaan tradisi yang cukup kontras antara perayaan Idul Fitri dan Idul Adha terkait waktu makan yang disunahkan.

Sebagian umat Muslim memilih untuk menunda sarapan mereka sampai ibadah salat Idul Adha selesai ditunaikan. Kebiasaan ini sangat erat kaitannya dengan tradisi mengonsumsi daging hewan kurban setelah pelaksanaan ibadah tersebut.

Dilansir dari Detik Food, para ulama memiliki pandangan tersendiri mengenai hukum makan sebelum salat bagi masyarakat yang berkurban maupun yang tidak berkurban.

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari laman Rumaysho (26/5), umat Muslim yang menunaikan ibadah kurban dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan sebelum salat Idul Adha.

Para ulama menyepakati bahwa menunda makan hingga ibadah selesai memiliki hukum sunah. Aturan ini secara khusus ditekankan bagi mereka yang menyediakan hewan sembelihan kurban.

Imam Nawawi dalam Minhaaj Ath-Thalibin berkata, "Sunah Idul Fitri adalah makan sebelum salat." Ia menambahkan, "Sunah Idul Adha adalah tidak makan sebelum menunaikannya."

Pandangan yang selaras juga diungkapkan oleh Imam Al-'Amrani lewat kitab Al-Bayaan.

"Makan sebelum salat Idul Fitri itu mustahab, sedangkan Idul Adha dianjurkan makan setelah salat," jelasnya.

Ketentuan bagi yang Tidak Berkurban

Hukum mengenai hal ini bagi umat yang belum berkesempatan berkurban juga kerap dipertanyakan. Mayoritas ulama tetap memberikan anjuran untuk menahan lapar hingga prosesi ibadah salat Id selesai.

Kendati demikian, Mazhab Hambali mempunyai pandangan yang berbeda dalam perkara ini. Mereka memperbolehkan masyarakat yang tidak berkurban untuk makan sebelum ataupun sesudah salat dilaksanakan.

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menulis, "Jika seseorang tidak punya kurban, tidak masalah makan sebelum salat Id." Pendapat ini merujuk pada keterangan Imam Ahmad.

Ibnu Hazm juga menjelaskan, "Jika makan sebelum salat Idul Adha maka tidak mengapa." Namun ia menambahkan, makan setelah menyantap daging kurban tetap lebih baik.

Pandangan Mayoritas Ulama

Sebagian besar ahli fiqih menilai bahwa kesunahan untuk tidak makan sebelum salat Idul Adha sebenarnya berlaku secara umum. Anjuran menunda sarapan ini diarahkan baik kepada warga yang berkurban maupun yang tidak.

Meski terdapat anjuran tersebut, menahan makan sebelum salat bukan merupakan sebuah kewajiban dalam agama. Warga yang memilih untuk menyantap sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat salat tetap diperbolehkan.

Banyak umat Muslim yang memilih menerapkan sunah menunda makan ini demi meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini juga membuat momen makan bersama menyantap hidangan kurban selepas ibadah terasa semakin istimewa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author