Ayu Nabila Menjadi Operator Traktor Perkebunan Anggur di New Zealand

Share

Seorang wanita asal Bogor bernama Ayu Nabila menjadi sorotan setelah membagikan pengalamannya bekerja sebagai operator mesin pemotong rumput di perkebunan anggur New Zealand melalui video Instagram pada Senin, 22 Juni 2026.

Video milik lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pakuan angkatan 2016 tersebut mendadak viral di media sosial. Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali dan menuai kekaguman dari warganet.

"Plot twist hidup: ternyata aku bisa jadi orang yang dulu ga pernah aku bayangin \ud\ud\ud\ud\ud\ud\ud\ud," tulis @nabilaayunz, akun Instagram pribadi milik Ayu Nabila.

Unggahan tersebut memicu berbagai pertanyaan dari netizen mengenai ritme kerja harian di perkebunan. Nabila kemudian memberikan penjelasan mengenai estimasi kecepatan kerja di lapangan melalui kolom komentar.

"Engaa, udah ada speed nya jd udah ada estimasi bisa selesai berapa hektar Belum lg suka ada aja kendala di lapangan \ud\ud\ud\ud\ud\ud take it easy job nya hihiyyyy," balas @nabilaayunz.

Banyak netizen yang merasa terinspirasi dan penasaran dengan kehidupan kerja di luar negeri. Di antara komentar yang muncul, ada yang membandingkan aktivitas tersebut dengan permainan simulasi.

"Ini yang dimimpikan 19jt orang di sini \ud\ud\ud\ud," kata @sekitarbandungcom.

"Aku yg kerja kantoran liat ini. \ud\ud\ud\ud mau bgt, kek maenan di game dlu harvest moon," tulis @noonanessa.

"Infonya dong kak gimana cara kerja di NZ?? \ud\ud\ud\ud," tanya @davidliu_photowork.

"Kejar target gaa kak biasanya?" tanya @ell_danniel.

Perempuan berusia 31 tahun ini menjelaskan kepada Wolipop bahwa dirinya pindah ke Selandia Baru demi mengikuti suaminya, Eduardo, yang sudah menetap di sana sejak 2009. Setelah menikah pada 2022 dan mengurus berbagai visa, Nabila akhirnya mengantongi Permanent Resident Visa pada Juni 2026.

"Di balik video ini sebenarnya cuma potongan kecil dari keseharianku bekerja di kebun anggur di New Zealand. Jujur, aku tidak pernah punya rencana untuk bekerja di bidang ini, apalagi belajar mengendarai traktor," kata Nabila.

Nabila mengenang kembali awal pertemuannya dengan sang suami yang ternyata dijodohkan oleh orang tua mereka. Perjalanan adaptasi di negara baru tersebut diakuinya tidak mudah, terutama karena kendala bahasa saat mencari kerja.

"Aku kenal Eduardo karena mama kami teman SMA. Eduardo sendiri orang Indonesia, tapi dia and keluarganya sudah menetap di New Zealand sejak tahun 2009. Jadi saat kami mulai menjalani hubungan, Eduardo sudah lebih dulu membangun hidupnya di New Zealand," ujar Nabila.

Nabila mulai bekerja sebagai Vineyard Hand pada Juni 2023 di tempat yang sama dengan suaminya. Setelah satu tahun, manajemen memintanya belajar mengoperasikan traktor di bawah pelatihan suaminya sendiri yang sudah menjadi Tractor Driver selama 10 tahun.

"Aku sempat melamar ke beberapa tempat, tapi jujur saat itu kemampuan bahasa Inggrisku masih terbatas, jadi proses cari kerja lumayan menantang. Sampai akhirnya suamiku menanyakan pekerjaan untukku di tempat kerjanya," tutur Nabila.

Meski mengawali karier dari ketidaktahuan di bidang pertanian, Nabila kini sudah mahir melakukan pemotongan rumput, mulching, hingga penyemprotan gulma menggunakan traktor besar. Ia mengaku sangat menikmati kedamaian hidup di kota kecil.

"Memang ada beberapa pekerjaan yang cukup berat dan menantang, tapi justru itu yang membuat pengalaman kerjaku di sini semakin berkesan dan bertumbuh jadi lebih tangguh," ungkap Nabila.

Nabila merasa terbantu oleh keyakinan yang terus diberikan suaminya saat ia pertama kali merasa ragu dengan pekerjaan ini. Di luar jam kerja, mereka bergotong royong mengurus rumah tangga dan menjaga keseimbangan hidup.

"Awalnya aku benar-benar tidak yakin bisa. Bahkan saat pertama kali ditawari belajar, aku sempat berpikir kalau pekerjaan itu bukan untukku. Tapi Eduardo terus meyakinkanku untuk mencoba," jelas Nabila.

Kini, Nabila berharap kisah yang dibagikannya bisa memberikan pandangan positif bagi orang lain dalam menghadapi ketidakpastian rencana hidup.

"Salah satu hal yang paling aku suka dari hidup di New Zealand adalah suasana kota kecilnya yang tenang, bersih, and damai. Pemandangannya indah hampir di mana-mana. Bahkan kadang kami tidak perlu pergi jauh untuk merasa refresh.

Duduk santai di rumah sambil menikmati view di sekitar rumah saja sudah cukup bikin pikiran lebih tenang setelah bekerja. Kami berusaha menjaga work-life balance," terang Nabila.

Nabila menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa jalan hidup yang tidak terduga bisa mendatangkan peluang yang berharga.

"Video reels ini sebenarnya mengingatkanku kalau hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, tapi bukan berarti hasilnya buruk. Kadang jalan yang tidak pernah kita bayangkan justru membawa kita ke pengalaman dan kesempatan yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Nggak semua," ucap Nabila.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author