Badai Cedera Hantam Corinthians Jelang Laga Leg Kedua Copa Libertadores
Klub asal Brasil, Corinthians, dipastikan kehilangan bek tengah Gabriel Paulista yang mengalami cedera kaki saat menjamu Rosario Central pada laga leg kedua babak 16 besar CONMEBOL Libertadores di Neo Química Arena, Kamis (20/8/2026). Masalah fisik tersebut dialami mantan pemain Arsenal itu saat menghadapi Cruzeiro di ajang Brasileirão, di mana ia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-10 babak kedua dan digantikan João Pedro Tchoca. Pemeriksaan medis lanjutan dijadwalkan berlangsung di CT Joaquim Grava guna memastikan tingkat keparahan cedera, sekaligus menentukan peluang tampil sang bek veteran yang berpotensi memperpanjang daftar absensi tim.
Sebelumnya, ruang perawatan tim asuhan Fernando Diniz sudah diisi oleh André dan Yuri Alberto, sementara Zakaria Labyad, Vitinho, serta Kayke masih menjalani pemulihan pascaoperasi.
Selain krisis di lini belakang, Corinthians juga tidak bisa menurunkan gelandang bertahan Allan akibat sanksi kartu merah pada leg pertama, serta André Ramalho yang mengidap gangguan labirinitis. Menghadapi laga penentu usai bermain imbang 0-0 di markas lawan pada pertemuan pertama, penentuan tim yang berhak melaju ke perempat final akan langsung diselesaikan melalui adu penalti jika skor kembali imbang.
Kiper Corinthians, Hugo Souza, menegaskan bahwa seluruh anggota tim telah menyelesaikan persiapan taktis dan latihan tembakan penalti demi mengamankan tiket kelolosan di markas sendiri. "Persiapan kami sangat baik dan kami tahu pasti apa yang harus dilakukan. Ini adalah pertandingan paling penting bagi kami sejauh ini.
Kami menghadapinya dengan cara terbaik. Kami sangat bersemangat dan, atas izin Tuhan, kami akan meraih kualifikasi ini di depan para pendukung kami, untuk memberikan kegembiraan bagi mereka dan menjaga impian ini tetap hidup dalam diri kami. Ini adalah impian semua orang dan kami akan memperjuangkannya hingga akhir," kata Hugo Souza, kiper Corinthians.
Penjaga gawang utama tersebut juga menambahkan bahwa tim pelatih telah mengidentifikasi skema permainan lawan guna mengantisipasi ancaman yang ada. "Ini adalah lawan yang kekuatan dan kelemahannya sudah kami ketahui. Kami harus tahu cara bertahan dari apa yang terbaik yang mereka lakukan.
Pelatih Diniz telah menjelaskan semuanya dengan sangat jelas kepada kami. Kami juga harus tahu cara memanfaatkan titik lemah mereka sehingga kami dapat menerapkan permainan terbaik kami dan mengamankan kualifikasi. Semuanya telah dipersiapkan dengan baik.
Kami pergi ke sana untuk melakukan yang terbaik. Kami sangat mempercayai hal itu. Dengan melakukan yang terbaik, kami akan lebih dekat dengan kualifikasi," ujar Hugo Souza, kiper Corinthians.
Pertemuan kedua tim di fase gugur kali ini mengulang memori Copa Libertadores musim 2000, saat Corinthians berhasil menyingkirkan wakil Argentina tersebut lewat adu penalti 4-3 setelah agregat berakhir 5-5.