Bahlil Lahadalia Mengusulkan Anggaran Kementerian ESDM Sebesar Rp 27,33 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan pagu indikatif Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 27,33 triliun dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR pada Senin (15/6/2026).
Dilansir dari Detik Finance, alokasi sebesar 82 persen atau setara dengan Rp 22,48 triliun dari total usulan anggaran tersebut akan difokuskan untuk program strategis infrastruktur yang menyasar masyarakat secara langsung.
"Khusus untuk tahun 2027, total pagu anggaran yang kami dapat dari pagu indikatif sebesar Rp 27,33 triliun yang kita bagi adalah program strategis infrastruktur sebesar 82%," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pembagian sisa pagu indikatif tersebut dialokasikan untuk sektor operasional serta program publik non-fisik kementerian.
"Publik no fisik sekitar 5% atau setara dengan Rp 1,3 triliun sementara yang program strategis tadi itu 82% atau setara dengan Rp 22,48 triliun. Kemudian belanja operasional itu sebesar Rp 3,56 triliun atau sekitar 13%," sambung Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Rincian pagu indikatif memperlihatkan alokasi terbesar ditempatkan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp 11,33 triliun serta Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sejumlah Rp 10,46 triliun.
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi memperoleh Rp 1,81 triliun, disusul Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia sebesar Rp 881,43 miliar, Badan Geologi Rp 749,49 miliar, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara senilai Rp 702,53 miliar.
Beberapa unit kerja lain juga mendapatkan pembagian anggaran, meliputi Sekretariat Jenderal KESDM sebesar Rp 532,75 miIiar, BPH Migas Rp 474,43 miliar, Inspektorat Jenderal Rp 124,46 miliar, BPMA Rp 105,31 miIiar, Ditjen Penegakan Hukum ESDM Rp 86,38 miliar, dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Rp 78,60 miliar.
"Ini adalah breakdown dari anggaran Rp 27 triliun. Memang angka ini lebih banyak habis dialokasi di Ditjen listrik dan Ditjen Migas. Kenapa Bapak-Ibu semua? Kenapa kami alokasikan seperti ini, karena ini berangkat dari rapat-rapat kerja dengan anggota Komisi XII yang selalu menyampaikan aspirasi bahwa urusan listrik desa, urusan pemasangan gratis, urusan jargas, ini yang hampir setiap kita rapat itu yang menjadi aspirasi," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Penetapan porsi anggaran belanja ini disesuaikan demi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat luas melalui penyerapan aspirasi legislatif.
"Maka kami sebagai pemerintah, khususnya saya, sebagai menteri ESDM, mencoba untuk mengadopsi, memahami dari apa yang disampaikan oleh teman-teman anggota Komisi XII. Maka kemudian kita alihkan, 80% lebih kita alokasikan untuk rakyat," pungkas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.