Bank Penyalur Genjot KUR Rp103,8 Triliun Hingga Agustus 2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur hingga akhir Juni 2026 untuk mendukung penguatan modal UMKM nasional. Penyaluran pembiayaan berbasis sektor produktif ini didominasi oleh sektor pertanian dan perdagangan.
Hingga semester pertama 2026, sektor pertanian menyerap 42,68 persen dari total KUR BRI, sedangkan sektor perdagangan memperoleh porsi 32,34 persen. Selain itu, terdapat 487 ribu debitur KUR BRI yang berhasil mengalami graduasi ke pembiayaan komersial.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan peran strategis pembiayaan tersebut bagi perkembangan ekonomi masyarakat bawah.
"KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput," ujar Akhmad dalam keterangan BRI, 13 Agustus 2026.
Langkah penguatan permodalan di tingkat daerah juga tercatat pada BRI Branch Office Tulungagung yang telah menyalurkan KUR Rp741 miliar kepada lebih dari 15 ribu nasabah hingga Juli 2026.
Pgs Branch Office Head BRI Tulungagung Agus Mirwan menegaskan fokus pendampingan usaha yang diberikan institusinya kepada para pelaku UMKM setempat.
"Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan," ungkap Agus Mirwan.
Agus menambahkan bahwa keterlibatan perbankan mencakup pelatihan digitalisasi agar UMKM mampu menaikkan kapasitas bisnisnya secara konsisten.
"Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Tulungagung optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal," imbuhnya.
Guna menjaga efektivitas permodalan, pembinaan lanjutan terus ditargetkan kepada seluruh debitur aktif di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," tegas Agus Mirwan.
Di sisi lain, perbankan swasta seperti PT Bank Central Asia Tbk turut memfasilitasi KUR 2026 dengan menawarkan plafon hingga Rp500 juta dan tingkat bunga mulai 6 persen. Pembiayaan BCA mensyaratkan calon debitur perorangan berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha yang beroperasional secara aktif setidaknya selama enam bulan.
Selain KUR, BRI mencatatkan realisasi Kredit Program Perumahan sebesar Rp10,7 triliun atau 89 persen dari target tahunan Rp12 triliun hingga Juni 2026.