Banyak Bank Sentral Dunia Siap Putuskan Suku Bunga Acuan Pekan Ini
Sejumlah agenda ekonomi penting akan mengisi pekan yang sibuk dengan keputusan tingkat suku bunga acuan oleh berbagai bank sentral dunia. Langkah ini mencakup otoritas moneter dari Amerika Serikat (AS), Jepang, Indonesia, Taiwan, Filipina, Swiss, Ukraina, hingga Norwegia.
Sebagian besar otoritas moneter global tersebut diperkirakan bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka. Bank sentral AS atau The Federal Reserve menjadi salah satu yang diproyeksikan tetap menahan suku bunga acuan mereka pada pekan ini.
Gubernur The Fed Kevin Warsh diperkirakan tidak akan memberikan panduan eksplisit mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Meskipun demikian, Federal Open Market Committee atau FOMC kemungkinan bakal menghapus bias pelonggaran kebijakannya.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Bloomberg Economics menilai masih terdapat ruang bagi The Fed untuk kembali memangkas suku bunga pada kuartal IV tahun ini. Namun, situasi berbeda berpotensi terjadi pada sejumlah bank sentral di negara berkembang.
Otoritas moneter di negara berkembang diperkirakan mengambil langkah kebijakan baru seiring adanya tekanan inflasi yang lebih tinggi. Selain itu, faktor perlambatan ekonomi juga mulai membebani kondisi perekonomian domestik mereka.
Bank of Japan misalnya, diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25 persen. Langkah tersebut diambil karena data inflasi Jepang diperkirakan naik menjadi 1,6 persen secara tahunan pada Mei, dari posisi 1,4 persen pada April.
Begitu juga dengan Bank Indonesia yang diproyeksikan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 6 persen pada 18 Juni mendatang.
"Indikator stabilitas nilai tukar yang dimiliki Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut masih diperlukan untuk memulihkan kepercayaan pasar, setelah serangkaian langkah kebijakan sebelumnya justru meningkatkan persepsi risiko investasi secara signifikan," kata Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, dalam catatannya.
Tamara Henderson menambahkan bahwa inflasi saat ini belum menjadi perhatian utama bagi bank sentral karena indeks harga konsumen masih berada dalam rentang target BI sebesar 1,5-3,5 persen. Namun, guncangan harga minyak diperkirakan mendorong inflasi melampaui batas atas target tersebut dalam beberapa bulan mendatang.
Senada dengan kondisi tersebut, lonjakan tajam harga energi serta pelemahan mata uang peso membuat bank sentral Filipina diperkirakan akan menaikkan suku bunga pinjaman overnight sebesar 50 basis poin menjadi 5 persen.
Selain keputusan suku bunga oleh The Fed, Bank of Japan, Bank of England, dan sejumlah bank sentral lainnya, terdapat beberapa agenda penting lain yang perlu diperhatikan. Agenda tersebut meliputi KTT G7 di Prancis, pemilu sela di Inggris, hingga padatnya jadwal pejabat European Central Bank.
Senin, 15 Juni 2026
Agenda hari ini meliputi rilis data utang luar negeri Indonesia serta Rapat Kerja DPR RI Komisi XI dengan Kementerian Keuangan, Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai, dan DJPPR. Selain itu, terdapat Bloomberg Survey terkait perekonomian Korea Selatan dan rilis data produksi industri Zona Euro.
Data perdagangan dan inflasi grosir India, inflasi Nigeria, serta produksi industri Turki juga dijadwalkan keluar. AS akan merilis produksi industri dan survei manufaktur Empire State, disusul keputusan suku bunga Pakistan, dibukanya KTT G7 di Evian-les-Bains, serta pidato Presiden ECB Christine Lagarde di Frankfurt.
Selasa, 16 Juni 2026
BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari ini. Agenda lainnya adalah rilis data perdagangan ekspor-impor Korea Selatan, keputusan suku bunga Australia, serta rilis data ekonomi China yang mencakup harga properti, penjualan ritel, produksi industri, dan investasi aset tetap.
Selanjutnya terdapat Survei ekspektasi ekonomi ZEW Jerman, data perumahan AS, dibukanya Konferensi Tahunan Ekonomi Pembangunan World Bank di Washington, serta pelaksanaan pemilihan pendahuluan di Oklahoma, AS.
Rabu, 17 Juni 2026
The Fed diperkirakan menahan suku bunga dalam keputusan yang diambil hari ini. Data ekonomi lain yang akan rilis adalah penjualan ritel AS, data ekspor Singapura, serta data impor dan neraca perdagangan Jepang.
Selain itu, terdapat keputusan suku bunga Brasil dan Swedia, inflasi Zona Euro, serta inflasi Inggris. KTT Rusia–ASEAN juga berlangsung di Kazan hingga 18 Juni, Forum Keuangan Lujiazui di Shanghai, ajang teknologi VivaTech 2026, pengenalan strategi produk Nissan Motor, serta laporan pasar minyak bulanan dari International Energy Agency.
Kamis, 18 Juni 2026
Keputusan suku bunga akan diambil oleh sejumlah negara yaitu Indonesia, Filipina, Taiwan, Swiss, Norwegia, Republik Ceko, Ukraina, dan Inggris. BOE sendiri diperkirakan mempertahankan suku bunga meskipun tekanan inflasi masih tinggi.
Data ekonomi lainnya yang akan keluar adalah Produk Domestik Buto Selandai Baru serta klaim pengangguran AS. Di samping itu, KTT Dewan Eropa di Brussel akan dilangsungkan dengan fokus pada dampak konflik AS-Iran.
Jumat, 19 Juni 2026
Malaysia dijadwalkan merilis sejumlah data ekonomi penting seperti inflasi, perdagangan ekspor-impor, dan neraca transaksi perdagangan. Thailand juga akan mengumumkan data cadangan devisa mereka.
Agenda penutup pekan ini meliputi rilis data inflasi Jepang, risalah rapat BOJ, keputusan suku bunga Rusia, penjualan ritel Inggris, serta laporan neraca pembayaran Filipina.