Kawasan Bekas Tambang Pasir Besi di Lombok Timur Jadi Destinasi Wisata Viral
Kawasan bekas tambang pasir besi di Dusun Dedalpak, Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mendadak viral di media sosial. Lokasi tersebut ramai dipadati wisatawan yang penasaran. Gundukan limbah dari sisa aktivitas penambangan tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata baru.
Penampilannya yang unik dinilai menyerupai bentang alam padang pasir di kawasan Timur Tengah. Dilansir dari Detik Travel, popularitas tempat ini membuat banyak pengunjung datang dengan mengenakan pakaian khas seperti gamis dan sorban. Langkah ini dilakukan demi menciptakan dokumentasi foto yang senada dengan atmosfer gurun Arab.
Aktivitas lain yang digemari oleh para pelancong di lokasi ini adalah menikmati pemandangan alam menjelang petang. Sebagian besar pengunjung sengaja datang untuk menanti momen matahari terbenam.
Seorang pengunjung berusia 17 tahun, Asma Rani, menyebutkan bahwa kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya. Dirinya sengaja bersolek dengan busana ala Timur Tengah untuk berswafoto di sana sore itu. "Tahunya dari TikTok. Ingin mencoba berfoto seperti yang lagi viral di medsos," ujar Asma, Sabtu (20/6/2026).
Daya tarik tempat ini semakin lengkap dengan adanya fasilitas menunggang kuda. Wisatawan dapat menyewa kuda milik penduduk lokal untuk berkeliling di sekitar gundukan pasir. Tarif yang dipatok untuk aktivitas berkuda tergolong ramah di kantong. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek berkisar antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu untuk merasakan sensasi berkuda bak di gurun pasir.
"Warga di sini yang menyewakan kudanya dan pengunjung juga sangat senang bisa mencoba naik kuda. Itu jadi daya tarik juga," kata Apriadi, salah seorang pengelola. Menurut penjelasan Apriadi, gundukan tersebut merupakan material limbah pasir besi dari bekas tambang yang dahulu dikelola oleh PT AMG.
Area ini mulai diserbu masyarakat setelah potongan videonya tersebar luas di jagat maya. "Mulai ramai sudah enam hari karena ramai di medsos. Banyak yang penasaran juga makanya ramai yang datang," imbuhnya.
Saat ini, pihak pengelola belum memberlakukan tiket masuk resmi melainkan hanya memungut biaya parkir kendaraan sebesar Rp 2 ribu. Pendapatan dari parkir tersebut nantinya dialokasikan untuk membenahi kawasan wisata.
"Uang parkirnya kami kumpulkan untuk menata tempat ini, supaya menarik lagi dan menambah fasilitas juga," imbuh Apriadi. Mengingat lokasinya yang terbuka, pelancong disarankan datang pada waktu pagi atau sore hari untuk menghindari sengatan terik matahari. Lokasi ini dapat diakses melalui Google Maps dengan mencari Pantai Muara Harapan.