BKN mencatat 141 ribu pelamar sekolah kedinasan 2025
Badan Kepegawaian Negara mencatat minat generasi muda untuk jalur sekolah kedinasan pada 2025 mencapai 141 ribu pelamar. Rekapitulasi itu merinci sebaran kompetisi di tujuh instansi penyelenggara pendidikan ikatan dinas. PKN STAN menempati urutan pertama dengan 44.307 pelamar, disusul Institut Pemerintahan Dalam Negeri dengan 29.442 pelamar, serta 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan yang secara kumulatif mengumpulkan 23.852 pelamar. BMKG melalui STMKG berada di posisi keempat dengan 18.394 pelamar, diikuti Politeknik Statistika STIS dengan 15.571 pelamar.
Rekapitulasi berlanjut ke Sekolah Tinggi Intelijen Negara dengan 7.400 pelamar, sedangkan Politeknik Siber dan Sandi Negara menutup daftar peringkat ketujuh dengan 2.295 pelamar.
Politeknik Keuangan Negara STAN, menurut data BKN, menyerap 44.307 pelamar pada 2025 dan menjadi yang paling diminati. Minat itu terkait dengan jaminan penempatan kerja di berbagai lembaga pemerintah pusat dan daerah pascakelulusan. Institut Pemerintahan Dalam Negeri berada di posisi kedua dengan 29.442 pelamar, menurut rekapitulasi BKN. Kampus pembina pamong praja itu menarik atensi lulusan sekolah menengah melalui seleksi yang menguji ketahanan fisik, psikologis, serta pemahaman kebangsaan.
Posisi ketiga ditempati sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan dengan total 23.852 pelamar, sebagaimana ditampilkan dalam rekapitulasi BKN. Sebaran lokasi pendidikan disebut merata dari ujung barat hingga timur Indonesia. STMKG menjadi peringkat keempat dengan 18.394 pelamar, menurut rekapitulasi BKN. Profil lulusan di bidang pengamatan cuaca dan sains kebencanaan disebut mendorong animo belasan ribu pelamar.
STIS mengamankan urutan kelima dengan 15.571 pelamar, dilaporkan dari rekapitulasi BKN. Institusi milik Badan Pusat Statistik disebut menjadi wadah utama bagi peminat ilmu komputasi dan matematika terapan. STIN menempati peringkat keenam dengan 7.400 pelamar, berdasarkan rekapitulasi BKN.
Seleksi yang ketat serta aspek kerahasiaan tingkat tinggi disebut membuat segmentasi pelamarnya mengerucut dibanding instansi lain. Poltek Siber dan Sandi Negara menutup peringkat ketujuh dengan 2.295 pelamar, menurut rekapitulasi BKN. Walau kuantitasnya paling sedikit, standar kelulusan disebut ketat untuk mendidik taruna sebagai perwira persandian.