BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (16/7/2026) di tengah meluasnya musim kemarau di tanah air.
BMKG memetakan tujuh wilayah berstatus waspada dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat, sementara sebelas wilayah lainnya berpotensi dilanda angin kencang. Lembaga pemantau cuaca tersebut menegaskan tidak ada daerah yang masuk kategori awas atau siaga untuk hari ini.
Kondisi cuaca ini menunjukkan penurunan potensi dampak bencana hidrometeorologi dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan laporan BMKG, pada Selasa (14/7/2026) wilayah Papua sempat ditetapkan masuk dalam kategori siaga bencana banjir dan longsor akibat hujan lebat.
BMKG merilis data prakiraan curah hujan jangka pendek hingga menengah yang menunjukkan dominasi kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.
"Pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, sedangkan 8,52 persen wilayah berada pada kategori menengah, dan hanya sekitar 0,03 persen wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi," tulis BMKG.
Rendahnya curah hujan tersebut sejalan dengan meluasnya musim kemarau yang kini telah melanda sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia atau setara dengan 432 Zona Musim sejak awal Juli 2026.
Kendati demikian, sebagian kota besar di tanah air diprakirakan masih berpotensi mengalami kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal akibat dinamika atmosfer lokal.
"Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, kondisi serupa diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya," ujar Ranika Dwi A., Prakirawan BMKG.
Ranika menambahkan bahwa pembentukan awan hujan di beberapa wilayah masih didukung oleh daerah perlambatan serta pertemuan angin di sepanjang pesisir barat Malaysia, Selat Malaka, hingga Samudra Pasifik utara Papua.