BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan di Mayoritas Wilayah Jawa Barat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Jawa Barat menetapkan mayoritas wilayah Jawa Barat masuk kategori awas kekeringan meteorologis pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kondisi cuaca di Jawa Barat pada akhir pekan ini diperkirakan tetap didominasi kondisi cerah hingga berawan seiring menguatnya musim kemarau.
Peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut berlaku aktif untuk rentang periode 21 hingga 31 Agustus 2026. BMKG mencatat penurunan curah hujan terjadi secara signifikan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Jawa Barat, tingkat kerentanan kekeringan di wilayah ini terbagi menjadi tiga tingkatan status peringatan dini.
Wilayah Kategori Awas dan Siaga
Status awas kekeringan mendominasi sebagian besar daerah, meliputi Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang, Kota Banjar, serta Kota Bekasi.
Sementara itu, status siaga kekeringan meteorologis ditetapkan untuk Kabupaten Bogor dan sebagian wilayah Kabupaten Ciamis.
Wilayah Kategori Waspada
Untuk kategori waspada, BMKG mencatat Kabupaten Pangandaran menjadi wilayah yang masuk dalam tingkatan ini selama periode akhir Agustus 2026.
| Tingkat Peringatan | Cakupan Wilayah Kabupaten/Kota |
|---|---|
| Awas | Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang, Kota Banjar, Kota Bekasi |
| Siaga | Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis |
| Waspada | Kabupaten Pangandaran |
Kondisi Cuaca Harian dan Suhu Udara
Prakiraan cuaca Jawa Barat untuk periode 20 hingga 27 Agustus 2026 menunjukkan kondisi langit cerah berawan di sebagian besar kawasan perkotaan dan perbukitan. Rentang suhu udara di Kota Cimahi misalnya, diproyeksikan berada di kisaran 18 hingga 28 derajat Celsius.
Pertanyaan warga seperti "apakah akan hujan di Jawa Barat akhir Agustus" kerap muncul seiring minimnya presipitasi. Meski potensi hujan lokal dalam intensitas sedang sempat terjadi pada 19-20 Agustus lalu, intensitas curah hujan secara umum tetap berada pada kategori rendah.
Dampak Dinamika Iklim Nasional
Kondisi cuaca kering di Jawa Barat tidak terlepas dari situasi iklim nasional. Data Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan 535 Zona Musim atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau.
Sebanyak 90,79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, dengan 87,28 persen wilayah mencatatkan sifat hujan di bawah normal. Faktor dinamika atmosfer menunjukkan fenomena El Niño berada pada intensitas sangat kuat dan didukung fase positif Indian Ocean Dipole yang menekan pertumbuhan awan hujan.
Masyarakat di Jawa Barat diimbau menghemat penggunaan cadangan air bersih serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan selama status peringatan dini kekeringan ini berlangsung hingga 31 Agustus 2026.