BNPB Laporkan 6.409 Gempa Susulan di NTT, Masyarakat Masih Mengungsi
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan terjadi 6.409 kali gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga pagi ini, dengan 139 gempa dirasakan masyarakat, dilansir dari Detikcom.
Gempa susulan terbesar tercatat magnitudo 6,2 dan terkecil 1,1. Dari total gempa tersebut, 33 kejadian memiliki magnitudo 5 atau lebih dan dirasakan langsung warga.
Suharyanto menjelaskan bahwa ketakutan terhadap gempa susulan membuat banyak warga masih memilih mengungsi meski rumah mereka tidak rusak atau hanya mengalami kerusakan ringan.
"Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan," ujar Suharyanto.
Dalam dua hari terakhir, berdasarkan penjelasan BMKG, intensitas gempa susulan mulai menurun dengan hanya satu kali gempa dirasakan dalam 24 jam terakhir.
"Dua hari terakhir menurut penjelasan BMKG ini kondisinya sudah mulai menurun. Dalam 24 jam terakhir ada satu kali gempa yang dijelaskan masyarakat," tambah Suharyanto.
Menurut BMKG, gempa susulan diperkirakan akan terus terjadi selama tiga hingga empat minggu ke depan dengan kondisi yang semakin stabil.
"Memang kondisi ini akan berlangsung terus sampai tiga atau 4 minggu ke depan di mana menurut penjelasan BMKG kondisinya akan lebih stabil," kata Suharyanto.