BNPP Percepat Pembukaan Kembali Perlintasan Temajuk-Telok Melano

Share

Akses perbatasan Indonesia dan Malaysia akan semakin terbuka dalam waktu dekat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI bersama kementerian, lembaga mitra, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta Pemerintah Kabupaten Sambas telah menyepakati percepatan pembukaan kembali Perlintasan Temajuk-Telok Melano.

Kesepakatan strategis ini berhasil dicapai melalui Forum Koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan baru-baru ini, seperti dilansir dari Detikcom. Langkah ini menjadi bagian dari peran sentral BNPP RI dalam mengoordinasikan kebijakan pengelolaan kawasan perbatasan demi mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Selain mempercepat operasional jalur perlintasan, forum tersebut juga menyepakati dukungan penuh terhadap pengusulan wilayah Temajuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang berbasis pada kawasan perbatasan negara.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono menyatakan bahwa percepatan pembukaan kembali Perlintasan Temajuk-Telok Melano membutuhkan sinergi yang kuat antara lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Forum koordinasi ini telah menghasilkan kesepahaman bersama untuk menyusun rencana aksi terpadu.

"Forum ini menyepakati langkah-langkah konkret untuk mendukung percepatan pembukaan kembali Perlintasan Temajuk-Telok Melano dengan target operasional pada Agustus 2026," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Fokus utama yang disepakati dalam forum tersebut adalah percepatan mobilisasi fasilitas CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security). Upaya ini meliputi penyiapan personel, penyediaan sarana dan prasarana, hingga penguatan keamanan kawasan agar perlintasan dapat beroperasi optimal.

Pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam forum. Infrastruktur ini mencakup peningkatan kualitas jalan, penyediaan air bersih, penguatan jaringan telekomunikasi, penetapan trayek angkutan orang, layanan perbankan, hingga penguatan sektor pariwisata daerah.

Forum ini turut mendorong peningkatan status Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Peningkatan status ini dinilai sangat penting untuk memperluas kapasitas layanan perlintasan orang maupun barang di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sambas menyatakan dukungannya terhadap pengelolaan operasional serta pemeliharaan PLB Temajuk oleh Pemerintah Pusat melalui koordinasi BNPP RI. Dukungan dari pemerintah daerah ini menjadi faktor krusial untuk menjamin keberlanjutan operasional perlintasan.

Kementerian dan lembaga terkait juga berkomitmen memperkuat sinergi dalam promosi investasi, pengembangan pariwisata, perdagangan lintas batas, hingga pemberdayaan UMKM lokal guna mempercepat perwujudan model baru KEK perbatasan yang inklusif.

Budi menambahkan, BNPP RI akan mengoordinasikan pembentukan Tim Fasilitasi dan Koordinasi Percepatan Pembukaan Pintu Perbatasan RI-Malaysia serta pengusulan KEK di Temajuk, Kabupaten Sambas.

Tim tersebut memiliki tugas utama mengawal pelaksanaan rencana aksi lintas sektor. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan operasional perlintasan sekaligus mendorong percepatan pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata di wilayah perbatasan.

"BNPP akan memastikan seluruh rencana aksi berjalan selaras dan terukur, sehingga pembukaan kembali Perlintasan Temajuk-Telok Melano tidak hanya siap secara operasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar Budi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author