Bocah Korban Perundungan di Jakarta Pusat Alami Trauma Berat

Share

Seorang anak laki-laki berusia enam tahun berinisial MWP dilaporkan mengalami trauma mendalam pascainsiden perundungan di Taman Kramat, Jakarta Pusat, yang sempat membuatnya tidak sadarkan diri hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dilansir dari Detikcom.

Kondisi psikologis korban saat ini memicu ketakutan hebat untuk berinteraksi dengan lingkungan luar dan anak-anak sebayanya. Ibu korban, V, mengungkapkan bahwa putranya berulang kali menyatakan keengganan untuk kembali ke sekitar lokasi kejadian karena dibayangi ketakutan akan tindak kekerasan serupa.

"Like talking like this, 'Mama, aku tidak mau pulang ke sana, aku takut'," kata Ibu Korban, V saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).

Dampak traumatis tersebut membuat MWP terus mengingat memori kelam dari aksi perundungan yang menimpanya. V menjelaskan bahwa anaknya menunjukkan kecemasan yang besar terhadap kelompok anak-anak yang diduga menjadi pelaku penganiayaan tersebut.

"'Takut diapakan?' 'Takut sama anak-anak, sama segerombolan itu,' katanya digebuki begitu," ujarnya.

Hingga kini, sang anak masih diisolasi dari lingkungan tempat tinggal asalnya demi memulihkan kondisi mentalnya. Sikap menutup diri dari pergaulan luar masih melekat kuat pada diri korban.

"Belum (pulang ke sana lagi)," katanya.

Pernyataan senada mengenai perkembangan psikologis korban juga disampaikan oleh ayah MWP, B. Menurut pengamatannya, indikasi trauma emosional tersebut terlihat sangat jelas melalui tangisan dan kepanikan korban setiap kali mendapati kehadiran orang asing di sekitarnya pada beberapa hari pertama pascakejadian.

"Takut ketemu orang. Buat ketemu orang itu memang benar-benar takut, kayak kabur, nangis. Benar-benar trauma banget," kata ayah korban, B.

Gejala histeris dan penolakan sosial tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut setelah kesadaran korban pulih pascamenerima tindakan medis. Kendati demikian, B menyatakan rasa syukurnya karena kondisi fisik dan psikis anaknya kini berangsur-angsur menunjukkan perubahan positif.

"Hampir dua hari itu agak trauma. Kita sebagai orang tua sedihlah melihatnya," ujarnya.

"Kalau sekarang sih sudah alhamdulillah. Sudah bisa ketemu orang, sudah bisa ceria lagi. Sudah bisa komunikasi, sudah mau makan, nafsu makan juga sudah ada," imbuh dia.

Peristiwa perundungan itu sendiri terjadi ketika korban tengah bermain di Taman Kramat pada Minggu (7/6). Dua remaja diduga mengangkat tubuh korban secara paksa dan membawanya ke arah tiang listrik hingga mengakibatkan korban tersengat aliran listrik.

Setelah sempat meninggalkan lokasi, kedua pelaku kembali untuk menyeret tubuh korban menjauh dari area tiang listrik tersebut. Pihak kepolisian saat ini telah bergerak cepat dengan mengamankan dua terduga pelaku yang masing-masing diketahui masih berusia 17 dan 16 tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author