Bocah 7 Tahun Masuk ICU Akibat Minum Minuman Dingin Saat Cuaca Panas

Share

Kondisi medis darurat menimpa seorang anak laki-laki berusia 7 tahun di Provinsi Henan, China. Bocah tersebut harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan sakit perut yang hebat pascamengonsumsi minuman dingin di tengah cuaca panas.

Insiden ini mendulang perhatian publik setelah korban mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou. Peristiwa bermula ketika anak tersebut bermain di luar ruangan saat suhu udara sedang tinggi.

Dilansir dari Detik Food, bocah yang tidak disebutkan namanya itu menangis meminta segelas Cola dingin, lalu melanjutkan dengan meminum secangkir teh susu dingin. Tidak lama setelahnya, ia mengalami gejala muntah-muntah dan nyeri perut yang parah.

Kondisi yang memburuk membuat anak tersebut harus dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post pada 15 Juni.

Huo Yufeng, dokter yang menangani kasus ini, mengungkapkan bahwa pasien cilik tersebut mengalami nekrosis serius. Nekrosis merupakan kondisi kematian sel dan jaringan hidup pada organ usus.

"Penyebabnya karena anak kecil ini terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda dingin dan minuman manis," kata Huo Yufeng.

Menanggapi kasus tersebut, para pakar medis mengeluarkan imbauan agar anak-anak, terutama yang berusia di bawah tiga tahun, menghindari konsumsi air es dalam jumlah besar secara mendadak saat cuaca panas. Saluran pencernaan anak-anak dinilai belum berkembang sempurna sehingga kondisinya lebih rapuh.

Larangan serupa juga berlaku bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang fungsi ususnya sudah menurun. Konsumsi air es yang berlebihan pada lansia berisiko memicu gangguan gastrointestinal serta penyakit kardiovaskular.

Selain itu, terdapat tradisi yang kuat di kalangan wanita China untuk menghindari air es ketika sedang dalam masa menstruasi.

Masyarakat dewasa disarankan membatasi konsumsi minuman dingin maksimal 500 ml, sementara batas aman untuk anak-anak dan lansia adalah setengah dari takaran tersebut. Minuman dingin sebaiknya dikonsumsi satu hingga dua jam setelah makan, serta tidak diminum saat perut kosong atau pascaolahraga.

Perubahan suhu yang terjadi secara drastis dalam tubuh berpotensi menyebabkan kontraksi pada saluran pernapasan dan pencernaan, memicu iritasi tenggorokan, sekaligus mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author