Borneo FC Tunjuk Mauro Jeronimo Jadi Pelatih Baru Musim 2026/2027
Borneo FC bersiap mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027 dengan mendatangkan pelatih anyar asal Portugal, Mauro Jeronimo. Seperti dilansir dari Bola, juru taktik yang masih terbilang muda berusia 38 tahun ini ditunjuk untuk menggantikan posisi Fabio Lefundes.
Manajemen Borneo FC membebankan target besar di pundak Mauro Jeronimo. Manajemen berharap kehadiran arsitek baru ini mampu merealisasikan target juara pada musim depan.
Langkah mendapuk pelatih kelahiran 27 September 1987 tersebut dinilai cukup berani. Pasalnya, sosok Mauro Jeronimo merupakan wajah baru yang belum pernah berkarier di panggung Liga Indonesia.
Menyambut musim baru, para pendukung Borneo FC diminta untuk terus memberikan pengawalan dan dukungan penuh. Dukungan dari para fans dinilai sangat penting agar tim kesayangan mereka dapat mewujudkan target juara.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyatakan tetap bersyukur atas capaian tim sejauh ini. Dandri Dauri sendiri merupakan figur yang sudah sangat akrab bagi pencinta sepak bola nasional, khususnya di Samarinda dan Kalimantan.
Pengusaha yang dikenal murah senyum ini tercatat sudah berkecimpung di dunia si kulit bundar selama hampir 24 tahun. Ia mengawali kiprahnya bersama Persisam Samarinda sebelum akhirnya dipercaya mengelola Borneo FC.
Dandri Dauri dikenal memiliki kedekatan erat dengan jajaran pelatih dan pemain. Ia juga memiliki ciri khas unik karena kerap mendampingi tim di pinggir lapangan dengan mengenakan celana pendek serta sepatu berwarna oranye.
Ajakan untuk Tetap Setia Mendukung Pesut Etam
Pada kompetisi musim 2025/2026, Borneo FC harus merelakan gelar juara BRI Super League setelah finis di peringkat kedua. Posisi puncak kembali diamankan oleh Persib Bandung yang sukses meraih gelar juara tiga musim berurutan.
Meski kembali gagal meraih trofi tertinggi, Dandri Dauri meminta seluruh masyarakat Samarinda dan suporter setia tidak patah semangat. Ia mengajak fans untuk tetap memanjatkan doa sekaligus memberikan sokongan menjelang musim 2026/2027.
Bagi Dandri Dauri, pencapaian yang diraih Pesut Etam saat ini merupakan hal yang patut diapresiasi. Ia kemudian merefleksikan perjalanannya yang sudah puluhan tahun bergelut di sepak bola lokal.
"Kalau bicara hasil, secara pribadi ya, karena sepak bola ini kalau boleh dikaitkan dengan perjalanan hidup kurang lebih hampir 24 tahun saya geluti, di mana dulu saya di Persisam," kata Dandri Dauri.
"Awal-awal memang saya di Persisam. Kemudian lahirlah Borneo di Samarinda. Pada 2014, Alhamdulillah, kita berhasil mendapatkan satu tiket ke Liga 1 yang sekarang kita kenal Super League," imbuhnya.
"Nah, jadi perjalanan ini hingga sampai di titik sekarang, secara pribadi saya mensyukuri. Karena saya bekerja itu selalu dengan hati dan tentu apa yang menjadi hasil daripada kompetisi-kompetisi yang saya lalui bersama tim tentu ini merupakan sebuah pencapaian terbaik".
Menyikapi Kekecewaan Suporter
Manajer Borneo FC ini tidak menampik adanya kekecewaan dari sejumlah pihak akibat kegagalan merengkuh trofi kasta tertinggi musim ini. Namun, ia mengingatkan ketatnya atmosfer kompetisi membuat posisi runner-up tetap harus disyukuri.
"Tentu tahun ini, menjadi kegalauan lagi bagi masyarakat pecinta sepak bola Samarinda, khususnya Borneo. Karena ada istilah yang saya baru dengar Tuhan masih nge-prank kita ini ya," ujar Dandri Dauri.
"Namun, saya tidak melihat itu. Mari kita sangat bijaksana bagaimana ketatnya kompetisi tahun ini dengan berbagai ceritanya sehingga kita bisa finish di peringkat dua. Kalau kita melihat teman-teman yang lain, yang 16 di bawah, tentu sangat jauh berbeda dengan rasa syukurnya hari ini," kata Dandri Dauri.