Timnas Brasil Memburu Kemenangan Perdana Melawan Haiti di Piala Dunia 2026
Tim nasional Brasil dijadwalkan menghadapi Haiti dalam pertandingan kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Pertandingan yang disiarkan langsung oleh TVRI ini menjadi momentum penting bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti untuk meraih kemenangan pertama mereka di fase grup.
Dilansir dari Tempo.co, Brasil saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C dengan koleksi satu poin, setara dengan Maroko di posisi kedua, setelah bermain imbang 1-1 pada laga pembuka. Sementara itu, Haiti terdampar di dasar klasemen tanpa poin setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Skotlandia melalui gol John McGinn.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, diprediksi akan melakukan rotasi pemain demi menyuntikkan energi baru setelah performa lini serang timnya dinilai kurang meyakinkan pada laga pertama. Nama-nama seperti Danilo, Fabinho, Luiz Henrique, dan Matheus Cunha dipertimbangkan untuk tampil sejak menit awal, sementara Vinicius Junior dan Raphinha diperkirakan tetap mempertahankan posisi mereka.
Di kubu lawan, pelatih Haiti, Sebastien Migne, juga tengah menimbang penyesuaian taktis dengan potensi memasukkan Josue Casimir sebagai starter. Penjaga gawang veteran Johny Placide bersiap mencatatkan penampilan internasional ke-84 jika diturunkan untuk membentengi pertahanan Haiti dari agresivitas Selecao.
Berdasarkan catatan sejarah, kedua tim telah bertemu sebanyak tiga kali dan seluruhnya dimenangkan oleh Brasil dengan keunggulan agregat gol yang mencolok. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Copa America 2016, di mana Brasil menang telak dengan skor 7-1 atas negara Karibia tersebut.
Mantan bek tengah yang kini menjabat sebagai koordinator teknis timnas Brasil, Juan Santos, mengenang momen emosional saat kedua tim bertanding dalam laga persahabatan bertajuk "Peace Game" pada tahun 2004 di Port-au-Prince.
"Itu adalah pertandingan yang sangat emosional, karena semua hal yang terlibat dalam laga tersebut. Negara tersebut (Haiti) sedang mengalami perang saudara, tentara berada di jalanan. Saya ingat kami tiba pada hari pertandingan, di bawah pengawalan, dan pergi ke stadion menggunakan tank perang.
Namun, kami juga bisa melihat apa yang sedang terjadi di negara itu, semua kemiskinan. Kami sangat senang karena, pada hari itu, kami bisa membawa kegembiraan bagi orang-orang tersebut, yang ingin melihat tim nasional Brasil, dan memberikan sesuatu kembali dengan sebuah tontonan selama 90 menit serta memberikan ketenangan pikiran, selama waktu kami berada di negara itu, untuk orang-orang yang sedang melewati masa sulit," kenang Juan Santos.
Skuad Brasil kala itu harus menggunakan kendaraan lapis baja milik PBB untuk mencapai stadion di tengah situasi politik Haiti yang tidak stabil pasca-penurunan Presiden Jean-Bertrand Aristide.
"Kami sangat cemas dan penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi, karena kami tahu negara itu sedang mengalami perang. Namun sejak awal kami tiba, kami merasa sangat aman dan banyak berinteraksi dengan masyarakat. Instruksi pertama yang kami terima adalah tetap berada di dalam tank, tetapi kemudian kami semua naik ke atas, berinteraksi dengan masyarakat, dan melihat bahwa sepak bola Brasil sangat dicintai di Haiti, yang telah menunggu momen tersebut. Mereka bisa melupakan sedikit tentang perang yang mereka jalani dan menikmati momen itu bersama tim nasional Brasil," tambah Juan Santos.
Mantan pemain timnas Haiti era 1970-an, Gerald Jean, turut menjelaskan bagaimana kultur sepak bola Brasil telah lama mengakar kuat di dalam masyarakat Haiti.
"Brasil telah menjadi kekuatan besar. Kami melihat para pemain Brasil dan itu menginspirasi kami. Jadi itulah mengapa Anda menemukan, di Haiti, ada banyak sekali orang yang sangat fanatik terhadap Brasil," kata Gerald Jean kepada GOAL.
Gerald Jean mengenang masa-masa saat dirinya bermain melawan bintang-bintang legendaris Brasil seperti Carlos Alberto dan Rivellino dalam berbagai laga persahabatan.
"Sekarang tidak lagi sama. Kami tahu bahwa kami harus bersaing. Kami bermain untuk sebuah alasan.
Kami berada di Piala Dunia sekarang. Kami lolos, jadi kami benar-benar bisa melakukannya untuk diri kami sendiri," tegas Gerald Jean.
Setelah menghadapi Haiti, timnas Brasil dijadwalkan akan melakoni pertandingan pamungkas babak penyisihan Grup C melawan Skotlandia pada tanggal 24 Juni 2026.