BRIN dan LPDP Buka Beasiswa Doctor by Research 2026

Share

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan skema Beasiswa Doctor by Research. Program ini digagas guna mendongkrak kuantitas peneliti berkualifikasi doktor sekaligus memperkokoh fondasi riset di kancah nasional. Dilansir dari Detikcom, pengembangan talenta dirancang untuk membentuk ekosistem riset yang berkelanjutan di Indonesia.

"Pengembangan talenta riset dirancang sebagai ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari program magang mahasiswa, pendidikan magister dan doktor berbasis riset (degree by research), hingga program pascadoktoral, joint research visit, dan visiting researcher," ujar Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari dalam laman BRIN, Senin (13/7/2026).

Program beasiswa bertajuk Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi (DTRI) ini menargetkan para lulusan sarjana maupun magister. Pendaftar dapat memilih studi lanjut ke jenjang doktor pada sejumlah bidang yang menjadi prioritas nasional.

Fokus bidang studi yang dibuka meliputi sektor kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, energi, maritim, serta hilirisasi dan industrialisasi. Selain itu, terdapat pula bidang digitalisasi yang berfokus pada AI dan semikonduktor, hingga material dan manufaktur maju.

Selain DTRI, BRIN turut menyediakan program Doctor by Research (DBR) melalui kemitraan dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kemitraan perguruan tinggi dalam negeri meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI). Sementara untuk perguruan tinggi luar negeri mencakup berbagai universitas yang tersebar di Inggris, Australia, Prancis, dan Belanda.

Peminat beasiswa ini wajib memenuhi kriteria umum serta persyaratan akademik yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Kualifikasi utama mengharuskan pendaftar berstatus warga negara Indonesia, di luar profesi CPNS, TNI, maupun POLRI. Pendaftar juga harus memiliki IPK minimal 3,25 pada skala 4,00 yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya. Batas usia maksimal yang ditetapkan adalah 40 tahun bagi pelamar umum, dan maksimal 42 tahun bagi pelamar berstatus PNS.

Persyaratan kemampuan bahasa Inggris untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri meliputi TOEFL ITP minimal 530 atau TOEFL iBT minimal 70.

Pendaftar juga bisa menggunakan skor PTE Academic minimal 50, IELTS minimal 6,0, atau Duolingo minimal 110. Sedangkan syarat bahasa Inggris untuk universitas luar negeri adalah TOEFL iBT minimal 80 atau PTE Academic minimal 58.

Alternatif lainnya adalah menyertakan skor IELTS minimal 6,5 atau sertifikat Duolingo dengan skor minimal 120. Proses seleksi peserta akan berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, hingga seleksi substansi.

Penerima beasiswa ini tetap diberikan kelonggaran untuk bekerja selama masa studi berlangsung. Setelah lulus, para alumni diwajibkan kembali ke tanah air untuk mengabdi dengan masa dinas dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n + 1). Alumni yang telah menyelesaikan studi juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program pascadoktoral atau program mobilitas periset yang disediakan oleh BRIN.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author