Budidaya Unik Dongkrak Nutrisi Matcha bagi Kesehatan

Share

Menu berbasis matcha kini sangat mudah ditemukan di berbagai kedai kopi kekinian. Bubuk teh hijau asal Jepang ini bahkan telah dinobatkan sebagai salah satu minuman favorit untuk gaya hidup sehat bagi generasi muda. Matcha dan teh hijau pada dasarnya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis.

Namun, profil nutrisi matcha menjadi jauh lebih unggul karena metode budidaya unik yang diterapkan oleh para petani. Sebelum masa panen tiba, petani menutupi tanaman teh dari paparan sinar matahari langsung. Dilansir dari Detik Health, proses ini memicu peningkatan produksi klorofil, mendongkrak asam amino, dan menghasilkan warna hijau yang pekat.

Setelah dipanen, daun teh dipisahkan dari batang serta urat daunnya untuk kemudian digiling halus menjadi bubuk. Konsumsi dalam bentuk bubuk utuh membuat matcha menyimpan kafein dan antioksidan yang jauh lebih tinggi.

Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan khasiat luar biasa dari konsumsi matcha bagi tubuh. Salah satu keunggulannya adalah kandungan katekin yang bertindak sebagai antioksidan alami penangkal radikal bebas. Ketika bubuk matcha dilarutkan ke dalam air, konsentrasi antioksidan yang dihasilkan mencapai tiga kali lipat lebih banyak daripada teh hijau biasa. Senyawa ini sangat penting untuk mencegah kerusakan sel pemicu penyakit kronis.

Selain itu, matcha berkhasiat meningkatkan fungsi dan fokus otak. Riset terhadap 23 orang yang mengonsumsi 4 gram matcha menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perhatian, waktu reaksi, dan daya ingat.

Kandungan Senyawa dan Pengaturan Berat Badan

Matcha memiliki konsentrasi kafein sebesar 19-44 mg/g, lebih tinggi dari teh hijau biasa yang hanya 11-25 mg/g. Matcha juga mengandung L-theanine yang memodifikasi efek kafein guna mencegah penurunan energi secara mendadak. Konsumsi matcha juga efektif membantu proses penurunan berat badan.

Sebuah tinjauan ilmiah menemukan bahwa konsumsi hingga 500 mg teh hijau per hari selama 12 minggu terbukti efektif menurunkan indeks massa tubuh. Matcha juga berpotensi besar dalam menjaga kesehatan organ hati. Tinjauan terhadap 15 penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan erat dengan penurunan risiko penyakit hati.

Konsumsi matcha terbukti membantu menurunkan kadar enzim hati yang berlebih pada penderita penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Namun, riset lanjutan pada populasi umum masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author