Bule AS Beri Uang ke Pencopet Dompetnya di Pura Kehen Bali
Seorang wisatawan asal Amerika Serikat bernama Victor Miguel menjadi korban pencopetan saat berkunjung ke kawasan Pura Kehen, Bali. Namun, kasus tersebut berakhir damai setelah korban justru memberikan uang kepada sang pelaku. Peristiwa pencurian ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat setelah menerima laporan dari korban.
Pelaku yang teridentifikasi merupakan seorang pemuda berusia 25 tahun. "Pencurian itu dilaporkan tadi siang pukul 13.00 Wita. Pelakunya seorang pemuda 25 tahun bernama I Nengah Setiawan alias Kolok," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta, Jumat (19/6), dikutip dari Detik Travel.
Kejadian bermula ketika pria asing berusia 63 tahun tersebut sedang menikmati wisata di area Pura Kehen. Miguel meletakkan tas serta barang bawaannya di sekitar area suci tersebut.
Tas milik warga negara asing itu berisi dompet, uang tunai sebesar Rp 1 juta, serta sejumlah kartu identitas penting. Miguel baru menyadari dompetnya telah hilang saat bersiap untuk meninggalkan lokasi pura. "Korban melaporkan kehilangan dompet dan kartu identitasnya. Selanjutnya, upaya penyelidikan dimulai," kata Gumiliarta.
Pihak kepolisian segera bergerak melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan dari beberapa saksi di tempat kejadian perkara. Polisi akhirnya berhasil melacak identitas pelaku pencurian yang bernama Nengah Setiawan. Aparat kepolisian langsung membekuk Setiawan saat berada di kawasan Pasar Kidul Bangli. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dompet milik korban yang isinya masih dalam keadaan utuh.
"Setelah berkomunikasi, akhirnya korban dan pelaku bertemu," ujar Gumiliarta. Saat dipertemukan, diketahui bahwa pelaku merupakan seorang pemuda pengangguran yang menyandang difabel tuna rungu dan tuna laras. Setelah mendapatkan kembali barang miliknya, Miguel memilih untuk memaafkan Setiawan.
Korban memutuskan untuk tidak membawa kasus kriminal ini ke jalur hukum karena merasa iba dengan kondisi fisik yang dialami pelaku. Miguel bahkan memberikan bantuan dana secara sukarela kepada pencopet tersebut.
"Korban tidak ingin melanjutkan secara hukum peristiwa yang dialaminya tersebut. Selanjutnya korban memberikan uang tunai Rp 150 ribu kepada pelaku karena mengetahui kondisi fisiknya," imbuh Gumiliarta.
Wisatawan asing ini mengaku dapat memaklumi keadaan pelaku yang mengalami keterbatasan fisik. Di sisi lain, Miguel menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap respons cepat aparat kepolisian Bangli dalam mengungkap kasus kehilangan tersebut. "Dia sebenarnya orang baik. Hanya, memang anak ini punya masalah kleptomania," kata Miguel memaklumi kondisi Setiawan.