Bule Swiss Minta Keringanan Hukuman Kasus Penghinaan Nyepi di Bali
Seorang warga negara Swiss bernama Luzian Andrin Zgraggen meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim dalam persidangan kasus dugaan penghinaan terhadap Hari Raya Nyepi di Pengadilan Negeri Badung pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Permohonan tersebut disampaikan melalui nota pembelaan setelah Jaksa Penuntut Umum menuntut pria berusia 26 tahun itu dengan hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan. Dilansir dari Detik Travel, terdakwa mengaku tidak mengetahui aturan larangan beraktivitas di luar rumah saat perayaan Nyepi di Bali.
"Saya pernah mendengar tentang Hari Raya Nyepi, tetapi saya tidak mengetahui bahwa selama perayaan tersebut tidak diperbolehkan keluar rumah. Saya sama sekali tidak berniat menghina Hari Raya Nyepi ataupun masyarakat Bali," kata Luzian di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Badung, Sabtu (18/7/2026).
Terdakwa menjelaskan bahwa tindakan mengunggah video tersebut dipicu oleh kondisi emosional karena kesulitan mendapatkan makanan di tempatnya menginap. Ia juga mengaku telah menghapus video berdurasi 22 detik itu secara sukarela sebelum menjadi viral akibat disebarluaskan oleh pihak lain.
"Saat itu saya hanya merasa lapar, frustrasi, dan emosi karena tidak ada makanan di tempat saya menginap. Saya juga tidak menyangka unggahan itu akan menyebar luas. Saya sangat menyesali perbuatan saya, telah meminta maaf kepada masyarakat Bali, dan memohon kepada majelis hakim agar diberikan hukuman yang seringan-ringannya," dia menambahkan.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Febrina Irlanda menyatakan terdakwa terbukti menyebarluaskan konten penghinaan melalui media elektronik yang menyinggung umat Hindu. Jaksa menjerat Luzian dengan Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Berdasarkan surat dakwaan, perkara ini bermula ketika Luzian berlibur dan menginap di sebuah hotel di kawasan Legian. Pihak hotel sebenarnya telah memberikan penjelasan mengenai aturan Nyepi, namun terdakwa yang kesal tidak bisa mencari makan malam kemudian mengunggah video bernada kasar ke akun Instagram pribadinya.