Bumi Resources Raih Persetujuan Pemegang Saham Akuisisi Loyal Metals

Share

Pemegang saham emiten eksplorasi asal Australia, Loyal Metals Limited, memberikan persetujuan mayoritas telak atas rencana akuisisi 100 persen saham perusahaan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam Rapat Skema pada Kamis (20/8/2026).

Hasil pemungutan suara menunjukkan sebanyak 99,86 persen suara pemegang saham mendukung skema pengaturan tersebut. Selain itu, 95,96 persen pemegang saham yang hadir secara langsung maupun melalui perwakilan juga memberikan suara setuju untuk transaksi senilai A$0,45 per saham secara tunai.

Langkah korporasi ini menempatkan valuasi ekuitas Loyal Metals pada kisaran A$79,11 juta atau setara Rp977 miliar. Penawaran dari BUMI tercatat 40,6 persen lebih tinggi dibandingkan harga penutupan saham Loyal pada 24 April 2026 yang sebesar A$0,32 per saham, serta 47,4 persen di atas harga rata-rata tertimbang volume lima hari.

Skema pengambilalihan ini dijalankan berdasarkan Bagian 5.1 Corporations Act 2001 Australia melalui skema pengaturan yang memerlukan persetujuan pengadilan. Rangkaian prosesnya telah berjalan sejak pertengahan Juli 2026 setelah Mahkamah Agung Australia Barat mengizinkan sirkulasi dokumen rincian skema dan pendaftaran ke Regulator Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC).

Meskipun mengantongi dukungan pemegang saham, penyelesaian transaksi akuisisi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan, termasuk pelaksanaan Sidang Pengadilan Kedua di Australia untuk menetapkan persetujuan akhir.

"Sebanyak 99,86% suara yang diberikan oleh pemegang saham mendukung skema tersebut. Sementara itu, 95,96% pemegang saham yang hadir dan memberikan suara, baik secara langsung maupun melalui proxy, attorney, atau perwakilan perusahaan, memilih mendukung skema," kata manajemen Loyal Metals Limited dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Australia (ASX).

Direksi BUMI menegaskan bahwa pelaksanaan kesepakatan awal yang tertuang dalam scheme implementation deed (SID) belum menyebabkan perpindahan kepemilikan aset maupun aliran dana transaksi.

"Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham," kata RA Sri Dharmayanti, Direktur Bumi Resources.

Persyaratan pendahuluan lainnya mewajibkan pemenuhan seluruh prosedur hukum yang berlaku di Yurisdiksi Australia sebelum transaksi dinyatakan resmi berlaku secara hukum.

"Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan," kata RA Sri Dharmayanti.

Pelaksanaan akuisisi ini akan menambah portofolio ekspansi non-batu bara BUMI di wilayah Queensland, Australia. Sebelum mengambil alih Loyal Metals yang mengelola proyek tembaga dan emas Highway Reward, BUMI telah menyelesaikan akuisisi 100 persen saham Wolfram Limited senilai Rp699 miliar pada November 2025 dan 64,98 persen saham Jubilee Metals Limited senilai Rp347 miliar pada Desember 2025.

Tahapan hukum transaksi akuisisi BUMI atas Loyal Metals selanjutnya menunggu hasil Sidang Pengadilan Kedua untuk memperoleh keputusan final pembukuan pengalihan saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author