PT Bumi Resources Tbk Diversifikasi ke Tambang Non-Batu Bara

Share

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi mengeksekusi rencana strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara melalui investasi pada sektor mineral non-batu bara pada Jumat (12/6/2026).

Langkah nyata emiten ini ditandai dengan pengembangan beberapa proyek yang bersiap masuk tahap produksi demi mengejar target komposisi EBITDA seimbang antara sektor batu bara dan non-batu bara.

Fokus utama ekspansi ini tertuju pada Wolfram Limited di Queensland, Australia, yang dijadwalkan memulai penambangan April 2026 dan produksi komersial pada Mei hingga Juli 2026 dengan target awal 12.000–15.000 ton copper equivalent.

Kepastian komersial proyek Wolfram ditopang oleh kontrak offtake selama tujuh tahun bersama Glencore yang mencakup seluruh output tambang dari operasi Mt. Carlton.

Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai jaminan pasar jangka panjang dari Glencore ini membedakan proyek BUMI dengan proyek tambang lain yang masih menghadapi ketidakpastian.

"Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram. BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya," kata Cliff, Jumat (12/6/2026).

Selain aset di Australia, BUMI juga menyiapkan Jubilee Metals Limited (JML) untuk berproduksi pada kuartal IV 2026 serta menargetkan akuisisi 45 persen saham PT Laman Mining selesai Agustus 2026.

Menurut analisis Cliff, integrasi ketiga aset baru tersebut dapat mempercepat pencapaian target komposisi EBITDA 50:50 sebelum tenggat waktu awal pada tahun 2031.

Kondisi keuangan BUMI dinilai makin kompetitif karena bisnis inti batu bara tetap mencatat performa solid sepanjang kuartal I/2026 dengan kenaikan pendapatan 19,7 persen menjadi US$417,7 juta.

Laba sebelum pajak perseroan melesat 93,1 persen secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh sebesar 36,6 persen menjadi US$41,1 juta yang dipicu efisiensi operasional dan peningkatan produksi.

Volume produksi batu bara BUMI naik 12 persen menjadi 19,2 juta ton, diikuti volume penjualan yang meningkat 14 persen menjadi 19,1 juta ton, serta perbaikan angka strip ratio dari 8,4x menjadi 7,7x.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author